Facebook

Friday, 11 August 2017

Jaminan Kesehatan Ala China Fund Provider Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




SJSN - BPJS ?

Ketika UU mengenai BPJS sedang di rancang , tahun 2011 saya sudah mengingatkan baik buruknya System BPJS sebagai operator SJSN. Saya tidak menentang SJSN tapi yang saya tentang skema bpjs. 

Ada baiknya saya ilustrasikan bagaimana yang terjadi di Amerika yang merupakan pionir yang menerapkan skema bpjs. Sebagaimana di ketahui bahwa AS mempunyai skema dana jaminan sosial. Pemotongan gaji para pegawai setiap bulannya di kumpulkan dalam satu lembaga ( Social Security Administration ). 

Kemudian dana ini di investasikan dalam bentuk Surat Hutang ( social secutiry trust fund /SSTF ) yang diserap oleh Bank Central ( the Fed) . Sekilas kelihatannya investasi yang baik dan aman tanpa resiko. 

Setiap enam bulan sekali, the Fed akan memberikan bunga atas SSTF. Skema Ini terus berlangsung dalam irama the FED menyerap dana pensiun dan pada waktu bersamaan the Fed juga membayar bunga dan cicilan.

Dari USD 14 triliun lebih hutang AS, dua pertiga adalah hutang kepada perusahaan, negara asing seperti China , Jepang, Eropa dan lain lain. Dalam hal ini pemerintah AS mengeluarkan Tbill ( obligasi) melalui pasar uang terbuka. 

Jadi Tbill ini sebagai alat investasi yang likuid di pasar uang. Nah, sepertiga lagi adalah hutang kepada pegawai melalui social secutiry trust fund yang diwajibkan lewat UU. Tahun 1935 ketika awal dana jaminan social ini diperkenalkan, memungut hanya 2% dari penghasilan gaji/upah pegawai. 

Kini telah menjadi 12,5%. 

Apa artinya itu ? 

Ketika pemerintah gagal mengelola dana jaminan social ini, maka cara menutup kerugian itu mereka menaikan jumlah premi yang harus dibayar. Begitulah kejadian terus berlangsung dari satu rezim ke rezim berikutnya. 

Dan kenyataannya kini SSTF yang terakumulasi begitu besar tidak lagi sebagai real asset yang bisa mendapatkan uang tunai kecuali pemeritah AS di izinkan oleh DPR untuk menaikan pagu hutang. Kalau tidak diizinkan , ya terpaksa tidak ada lagi dana untuk bayar pensiunan dan tunjangan bagi peserta jaminan sosial.



Jadi skema sistem jaminan sosial ini mirip operandi ponzi. 

Kenapa dibilang mirip skema Ponzi ? 

Karena SSTF itu hanya secarik kertas yang tak laku dijual dipasar umum. Ia hanya bernilai dan berlaku bagi provider. Artinya pihak provider berhak menentukan aturan sesukannya dalam skema permainan ini. Seperti contohnya, the Fed sebagai provider bisa saja membuat aturan bunga nol persen untuk SSTF. Atau pembayaran bunga dan cicilan tidak dalam bentuk tunai tapi dalam bentuk surat hutang ( hutang dibayar hutang ). 

Artinya akan menambah porfollio SSTF. Cara seperti ini berlangsung dari tahun ketahun dan akhirnya menggunung hingga membuat rasio hutang pemerintah semakin tinggi sampai melewati batas pagu hutang yang ditetapkan oleh Undang Undang. 

Pada momen inlah masyarakat AS baru sadar bahwa selama ini mereka telah ditipu oleh rezim penguasa. Ini uang swadana masyarakat dari hasil kerja kerasnya bekerja dan bukan berasal dari pajak. Tentu publik AS berhak menuntut keberadaan dana jaminan sosial itu.

Pertanyaan terakhir adalah kemana dana jaminan sosial itu pergi ? 

Dana itu sudah terkuras habis untuk mengongkosi kebijakan moneter AS yang boros. The Fed dan US Treasury menempatkan diri sebagai pihak yang diperas secara sistematis oleh pemain bisnis keuangan seperti perbankan, investment banker, Perusahaan sekuritas, dan lain lain. 

Selanjutnya lembaga keuangan ini menjadi fuel membuat segelintir perusahaan tercantum dalam 500 fortune yang menguasai bisnis berskala dunia namun minus kontribusinya bagi pembangunan nasional AS. Dengan kenyataan ini semakin kita sadar bahwa konspirasi dari segelintir orang untuk menguasai dunia itu bukanlah mitos. 

Nah, sistem seperti inilah yang sekarang dipaksakan untuk ditiru oleh Indonesia lewat UU SJSN dan BPJS.

Undang-Undang ini di Create Era SBY yang ini tak lain adalah skema ponzi alias tekhnik penipuan tercanggih yang diperuntukan kepada orang tolol dan bodoh, untuk memperkaya para elite politik dan pengusaha hitam. 

Semoga Pak Jokowi dan elite politik di Senayan dapat menyadari ini dan merubah skema SJSN menjadi bukan asuransi BPJS tapi Fund provider seperti di China dan Singapore. 

Dengan System Fund Provider focus ya bukan penggalangan dana dan menghindari resiko sebagai business asuransi as usual tapi memang Fund provider untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Ketika krisis moneter melanda Asia, tahun 1998, China termasuk yang terkena badai paling parah. Namun keadaan ini memaksa semua elite politik kembali melihat realita tanpa menyalahkan keadaan eksternal.

Realitas itu adalah ternyata platform politik komunis bertanggung jawab terhadap jaminan sosial yang setiap tahun terus meningkat. Kalau ini terus dipertahankan maka pertumbuhan berkelanjutan tidak akan tercapai.China akan terjebak dengan ledakan pertambahan penduduk dan APBN akan terus difisit karena diperas oleh fungsi sosial negara yang istilah mereka "tidak rasional”.

Lantas apa yang dilakukan oleh China ? 

Menghentikan program jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat. Dana jaminan sosial dialihkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ekonomi. Dampak negatifnya luar biasa bagi rakyat miskin di kota maupun di pedesaan. Banyak orang sakit mati tanpa diobati. Angka kematian meningkat.

Apakah elite politik China berbahagia dengan keadaan itu ? 

Teman saya pejabat China berkata bahwa keadaan itu membuat semua elite china dari pusat sampai ke daerah bekerja keras siang malam. Mereka takut bahwa apabila mereka gagal mengalihkan dana jaminan sosial ini untuk proyek infrastruktur maka revolusi pasti terjadi. Apa yang terjadi di Soviet juga akan terjadi di China.

Benarlah selama 10 tahun pertumbuhan ekonomi China naik sampai dua digit setiap tahunnya..Ini pertumbuhan tertinggi di dunia. Kemakmuran meluas dimana mana dan merata. Akibat logistik sistem yang efisien yang didukung infrastruktur ekonomi yang berkualitas , arus barang dan jasa terjadi sangat efisien.

Tidak ada lagi produksi di wilayah China yang tidak bisa diangkut ke pasar. Arus modal dari pusat mengalir ke seluruh wilayah China secara massive. Rakyat mulai bergairah karena ekonomi mereka mulai bangkit. Tahun 2008, Pemerintah menepati janjinya untuk mengembalikan dana SJSN kepada rakyat china. Dana ini tidak berasal dari utang luar negeri. Tapi berasal dari rakyat sendiri.

Topik Selanjutnya

SKEMA SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional)

Perbaikan sarana kesehatan.

Bagi Pemerintah CHina ,setiap warga negara wajib ikut program SJSN.

Rakyat diwajibkan namun pada waktu bersamaan negara juga bertanggung jawab men delivery service terbaik. Maklum walau rakyat miskin gratis bayar premi namun itu tetap dibayar melaui hak mereka di APBN.

Karena itu tahun 2008 itu tidak langsung SJSN diterapkan secara penuh. Pemerintah butuh waktu 7 tahun untuk memperbaiki sarana dan parasarana Rumah Sakit diseluruh China.

SDM untuk Dokter dan para medis ditingkatkan kualitasnya, diperbaiki tunjangan dan gajinya agar sesuai dengan standar pelayanan kesehatan berkelas dunia. IT system untuk layanan asuransi dan kesehatan dibangun agar administrasi dan supervisi dapat dilakukan secara online.

Untuk itu semua ,CHina menggelontor kan dana RMB 850 miliar atau setara dengan Rp 1400 Triliun.

Pendanaan Program.

Tahun 2008, Pemerintah CHina mendirikan Fund Provider untuk kesehatan. Chairman-nya adalah Mantan Gubernur Bank Central China. Selama 7 tahun proses reformasi kesehatan di lakukan, lembaga ini setiap tahun dapat dana dari APBN sebagai dana pengelolaan jaminan kesehatan.

Dana ini dikelola oleh lembaga fund provider malalui pasar uang dan investasi. Hasil dari keuntungannya dipakai untuk membayar premi asuransi kesehatan. Tentu tidak langsung gratis. Tapi bertahap.

Pada tahun 2009, pemerintah hanya mampu menyediakan 47,8 % biaya kesehatan, sisanya 52,2 persen dibayar langsung oleh rakyat. Pada tahun 2015, pemerintah menanggung 70%, sisanya 30% dari kantong rakyat sendiri. Selanjutnya pada tahun 2020 nanti, 100% jaminan sosial yang menyeluruh ditargetkan sudah berlaku di China.

Dengan skema tersebut diatas , ekspansi pemerintah melalui APBN tidak terbuang begitu saja tapi juga bisa di leverage oleh Fund Provider untuk kegiatan investasi lain, dan pada waktu bersamaan jaminan sosial terhadap rakyat tetap terpenuhi melalui sistem asuransi.

Mengapa sistem ini terbangun ? 

karena sebelum SJSN di lakukan reformasi kesehatan juga diterapkan. Bukan hanya me revitalisasi RS dan peningkatan mutu SDM kesehatan tapi juga perbaikan lingkungan sehat juga dilaksanakan secara menyeluruh.

Agar rakyat tidak mudah sakit. Dan semua rakya china sadar bahwa kalau mereka sakit, yang rugi adalah negara dan dalam jangka panjang negara akan lemah. Jaga kesehatan adalah penting, bukan jaminan berobat.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)