Wednesday, 30 August 2017

Divestasi Freeport COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tadi saya kebetulan bertemu dengan salah satu direktur BUMN yang punya kerjasama membangun kawasan industri untuk pusat smelter BUMN yang mengelola tambang.

Kemarin sejak di umumkannya persetujuan Freeport untuk divestasi sebesar 51%, saham salah satu BUMN bergerak dibidang tambang naik di BEJ. Padahal saham lainya tidak mengalami kenaikan berarti.

Keliatannya ada ekspektasi dari investor Bursa bahwa BUMN itu akan dapat opsi dalam divestasi saham Freeport. Yang berpotensi untuk membeli saham FI adalah Pt. Aneka Tambang, Inalum dan PT. Bukit Asam.

Begitu hebatkah Freeport, tanya teman. Freeport tidak sebesar namanya.



Faktanya Freeport bukanlah perusahaan terbesar dari sisi kapitalisasi pasar di bursa efek.

Bahkan beberapa perusahaan di Indonesia mempunyai nilai kapitalisasi pasar lebih besar daripada induk usaha Freeport Indonesia, Freeport McMoran. Di bursa New York. Nilai kapitalisasi (market capitalization atau market cap) saham induk usaha Freeport ini hanya $10,59 miliar 2015. 

Market cap perusahaan terbesar di Indonesia saat ini dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Market cap BBCA mencapai $22 miliar.

Wednesday, 23 August 2017

Investasi Bodong COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Saya pernah di undang dalam seminar investasi oleh perusahaan investasi, yang katanya terhubungan dengan group invetasi di luar negeri dan didalam negeri bermitra dengan Bank Century. Dalam brosur mencantumkan daftar afiliasi di luar negeri dan logo bank century.

Dalam seminar dia menyampaikan program investasi di pasar emas dan valas. Namun saya tahu apa yang mereka sampaikan itu hanyalah ide, dan belum pasti. Walau mereka punya argumen segudang, saya tetap tidak percaya.

Mengapa? 

Karena mereka bicara tentang transaksi options. Uang kita akan di investasi di pasar opsi.

Kalau kita bisa berpikir tentang options dari segi pandang bahwa options adalah sebuah bentuk asuransi, mungkin kita tidak akan kesulitan untuk berpikir mengapa banyak orang yang berspekulasi hanya dengan options gagal.

Pernahkan Anda melihat perusahaan asuransi yang merugi tiap tahun? 

Kebanyakan yang sukses di pasar options adalah mereka yang ‘menjual” options dan diversifikasi.

Kalau satu options ternyata harus rugi besar (karena harus membayar pembeli yang prediksinya benar), Masih banyak options-options lain yang hangus.

Jadi ini hanya seni memperkaya Bandar Options, dan itu mereka. Terbukti perusahaan itu menimbulkan korban tak terbilang dengan nilai triliunan.

Bahkan menyeret bank century dalam mega skandal. Tapi target korbanya adalah orang yang berpendidikan tinggi, pengusaha besar, dan juga orang awam.

Ada juga teman datang ke saya minta advis soal adanya tawaran program investasi pada sebuah koperasi.

Katanya koperasi itu menawarkan laba tinggi diatas bunga bank. Tinggal invest, Selanjutnya setiap bulan tinggal menikmati laba. Kalau kita bawa members baru maka kita akan dapat bonus yang akan menambah nilai investasi kita.

Saya katakan kepada teman bahwa mereka ingin kamu keluar uang, kamu juga jadi sales mereka.

Dan mereka hidup santai. Itu namanya bego. 

Dan lagi tidak ada investasi yang pasti untung.

Kalau pasti untung mengapa tidak mereka saja yang jalankan? 

Sumber Daya Keuangan Negara COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Zaman dulu kita mengenal harta berupa ternak dan tanah. Kemudian berkembang lagi, kita mengenal harta berupa emas dan perak atau SDA.

Karena itu perang tiada henti terjadi walau dibujngkus dengan alasan idiologi atau agama namun sesungguhnya motif dibalik perang itu menguasai SDA bangsa lain.

Hegemoni atas negara adalah hegemoni sumber daya. Yang kuat memakan yang lemah. Namun masuk abad 21 harta tidak lagi dalam bentuk SDA.

Tapi dalam bentuk value. Diatas value itu adalah trust. Value negara tidak di tentukan atas SDA yang melimpah tapi ditentukan oleh sistem pemerintahan yang bersih dan kredibel dalam menerapkan demokratisasi atas dasar kebebasan individu di bidang ekonomi.

Index indonesia berkaitan dengan pemberantasan korupsi terus membaik, financial rasio makro juga terus membaik, tingkat likuiditas dan imbal hasil SBN terus membaik.

Itu sebabnya teman saya Fund Manager asing pernah berkata kepada saya bahwa di era Jokowi mengelola negara itu gampang sekali. Kalau APBN defisit dia tidak perlu loby negara kreditur untuk dapatkan pinjaman, seperti dulu yang dilakukan oleh presiden sebelumnya.

Tidak perlu loby China atau AS, atau Jepang. Tapi cukup perintahkan MenKeu agar dapat izin DPR terbitkan SBN. Setelah itu cukup level Dirjen di KemenKeu yang kerja. 

Dalam hitungan hari bahkan jam, uang sudah masuk ke Rekening Pemerintah.

Monday, 21 August 2017

Komunitas Jamaah ala China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Di china, mereka gemar sekali berkelompok dan bergotong royong menyelesaikan masalahnya.

Tak penting siapa yang akan mengkoordinirnya , bagi mereka yang penting ada orang yang mau memimpin kelompok itu.

Orang china itu dalam ring terkecil mereka mengorganisir dirinya lewat system arisan.

Antar kelompok arisan ini mereka membentuk perkumpulan berdasarkan bidang profesi ( antar petani kol, antar petani beras , antar pengrajin dan lain lain ).

Dari perkumpulan berdasarkan bidang profesi ini mereka membentuk lagi perkumpulan berdasarkan kecamatan.

Sunday, 20 August 2017

Skema Pembiayaan LRT Jabodebek COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Beberapa bulan lalu memang para direksi PT. Adhi Karya stress.

Karena skema pembiayaan proyek kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) yang tadinya diharapkan dari APBN ternyata dalam pos APBN 2017 tidak ada Alokasi Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 27 triliun dari total pembiayaan LRT.

Sementara PT. Adhi Karya sudah melakukan Pre-financing.

Adhi Karya mungkin membayangkan nasip proyek LRT akan sama dengan monorel yang mengakibatkan bleeding dan hanya menciptakan monumen tiang karna proyek gagal di era SBY.

Tapi minggu lalu Srimulyani sudah membuat keputusan untuk memastikan bahwa pembiayaan LRT tidak berasal dari APBN tapi dari korporat.

Artinya PT. KAI dipersilakan menarik dana pinjaman dari konsorsium bank.

Seketika disambut dengan antusias oleh bank dalam negeri. Yang sudah commit adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, BCA, Bank CIMB.

Mengapa Berhutang ? COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Istri saya bertanya kepada saya

“ Pah kenapa sih orang asing boleh investasi di Indonesia. ? Apa engga dikuasai nanti Indonesia.” 

Saya tersenyum mendengar pertanyaan seperti itu. Karena ini pertanyaan awam yang mungkin mayoritas penduduk negeri ini berpikiran seperti itu.

Saya katakan bahwa saat sekarang penerimaan negara itu bukan hanya dari SDA dalam bentuk bagi hasil tapi juga dari pajak. Saat sekarang 85,6% penerimaan negara itu dari pajak.”

“ Pajak apa aja.”

“ Ya pajak penghasilan atas perusahaan baik swasta , bumn maupun Asing. Pajak penghasilan perorangan, Juga pajak penjualan, cukai dll. Hanya 15% penerimaan dari bagi hasil atas pengelolaan SDA berupa MINERBA dan MIGAS.

“ Kok kecil sekali bagi hasil SDA kita ?" Tanya istri lagi.

Friday, 18 August 2017

Modus Penipuan Harta Amanah COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Pada tahun 1996, saya berkenalan dengan kisah yang sulit saya terima dengan akal sehat namun sulit pula untuk saya abaikan begitu saja. Mereka yang datang kepada saya bercerita dengan begitu bersemangat.

Bahkan cerita itu dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung untuk sekedar ingin membuktikan kisah itu benar adanya. Saya masih sulit untuk menerima kebenaran itu.

Walau saya tahu mereka yang bercerita kepada saya itu bukanlah orang gila. Mereka semua waras. Namun, yang pasti semua mereka yang bercerita itu, dengan membawa dokumen dokumen itu, hampir semua adalah pengacara alias pengangguran banyak acara.

Tentu mereka juga bukan hanya banyak acara untuk bertemu dengan banyak orang di loby loby hotel berbintang tapi juga banyak impian.

Kisah apakah yang saya maksud itu ?

Ini kisah tentang harta amanah. Menurut cerita , bahwa ada harta berupa emas yang merupakan milik dari kesultanan tempo dulu. Harta ini ditempatkan di bank bank di Eropa seperti UBS, HSBC, Barclay.

Menurut cerita , setelah Indonesia merdeka, para keluarga kesultanan menitipkan harta ini kepada Soekarno sebagai amanah untuk digunakan bagi rakyat Indonesia. Soekarno menerima amanah itu dan kemudian cerita berkembang sampai terjadi penunjukan mandat kepada Soewarno, Sarinah, Saifudin Malik dan lain lain.

Kembali saya ingatkan bahwa ini bukan hanya sekedar kisah seperti dongeng tapi kisah yang diformalkan dengan bukti berbagai dokmen resmi (?). Soal jumlah harta ini, jangan dibayangkan berapa banyaknya.

Contoh Financial Engineering COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



“ Bisa datang kekantor. Lama engga ketemu kita “

“ Engga enaklah. Kamu sudah jadi pejabat. Nanti aja kalau kamu longgar saya undang makan malam.”

“ Bukan itu aja masalahnya. Saya minta tolong koreksi makalah yang akan saya sampaikan dalam seminar. “

“ Ya kirim aja ke email saya.Nanti saya bantu koreksi. Tapi apa yang harus dikoreksi. Kamu itu PHD dari Harvard.”

“ Ya teori sih hebat tapi kan perlu juga tanggapan dari praktisi. Makanya lebih enak kalau kamu datang ke kantor. Ayolah. Kita diskusi”

Demikian dialogh dengan teman via telp dua hari lalu.

Akhirnya saya sempatkan datang sore hari sebelum jam kantor tutup.

Kebetulan makalahnya berkaitan dengan Infrastructure fund.

Thursday, 17 August 2017

Menyusutnya Pasar COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Kemarin di Singapore waktu makan siang dengan banker, dia sempat bilang bahwa pasar eceran domestik Singapore bukan hanya jatuh tapi mendekati ajal. Dulu Mall banyak di bangun karena singapore sebagai kota surga belanja. Sejak tahun 2013 terjadi perubahan yang sangat cepat sekali. Penjualan eceran drop mencapai titik terendah. Dampaknya menekan harga jual dan sewa property. 

Menurutnya penyebabnya adalah Ekonomi regional memang lagi lesu. Ditambah lagi Warga Singapura merupakan pembelanja paling tech savvy di Asia, dengan jumlah pembelanja online lebih banyak dibanding konsumen di Hong Kong dan Malaysia.

Menurut saya bahwa perubahan pasar yang ada sekarang tidak terjadi dengan begitu saja tapi sudah berproses sejak tahun 80an, dan belanja online bukanlah penyebab utama pasar menyusut tapi hanya perubahan cara orang belanja saja.

Yang terjadi sesungguhnya adalah market adjustment atau terjadinya proses permintaan dan penawaran menuju titik keseimbangan baru.

Mengapa ? 

Sejak tahun 80an telah terjadi penambahan kapasitas produksi yang tiada henti. Pada akhir 1990-an angka-angka indikator tampak sangat mencolok. Industri komputer di AS meningkat 40% per tahun, jauh di atas proyeksi demand tahunannya.

Wednesday, 16 August 2017

Uang adalah TRUST COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Teman saya di China pernah berkata kepada saya “ Jangan pernah sekalipun pertanyakan uang yang kita beri kepada Istri. Karena kalau kita pertanyakan maka rezeki kita akan berkurang dan bila sampai dia kecewa karena sikap kita, maka rezeki kita akan menjauh.” 

Dalam pergaulan saya dengan teman teman yang sebagian besar pengusaha keturunan etnis China, ternyata mereka juga punya prinsip yang sama. Bahkan agak ekstrim “ Selagi istri masih suka minta uang kekita itu artinya hoki kita masih ada dan akan terus bertambah.”

Apakah dengan istri yang gampang dapat uang dari suami dan tak pernah ditanya kemana uang pergi lantas membuat istri boros? Tidak juga. Sebagian besar teman saya, mengatakan justru istrinya lebih perhitungan terhadap uang.

Mengapa ? 

Karena istri sangat percaya bahwa tidak mudah suami mendapatkan uang apalagi suaminya bukan pejabat atau pegawai. Saya juga mengamini. Saya tidak pernah bertanya kepada istri kemana saja uang yang saya kasih. Bahkan kalau dia minta uang untuk beli barang contoh kendaraan, sayapun tidak pernah bertanya apa merek kendaraan. Tapi senyum dan matanya menyiratkan dia memang butuh.

Merebut Hati CEO COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Untuk kesekian kalinya saya bertemu dia. Mungkin sejak 4 tahun lalu sudah 18 kali saya bertemu dia. Usianya 72 tahun. Sebetulnya dia tidak lagi aktif dalam bisnis. 

Namun masih suka sekali kali terlibat dalam komite investasi di lingkungan group perusahaannya. Saya sendiri tidak tahu mengapa saya suka bertemu dia. Padahal tidak ada bisnis dengan dia. 

Tapi saya dengan diberi kesempatan bertemu saja , apalagi bisa ajak dia makan malam, itu sesuatu banget.
Ketika dia menikmati makan malam, sedikit saja dia merasa engga nyaman atas jamuan saya, udah membuat saya merasa bersalah. 

Tapi selama ini semua baik baik saja. Pernah waktu dia sakit mau berobat ke china, dia minta saya yang antar. Saya bersenang hati. 

Padahal banyak putranya yang bisa antar dia. Selama proses pengobatan saya berusaha menempatkan diri sebaik mungkin.
Tadi saya sudah siapkan table untuk makan malam di hotel bintang 5 tapi dia minta dipercepat ketemunya. Pertemuan tidak diadakan di hotel tapi apartemen nya.

 " Jel, ini kenalkan teman saya. Dia jadikan partners kamu. Kalian berdua cocok. Coba Develop infrastruktur Fund bersama sama. Sekarang dia punya portofolio di lima negara. Dia udah IPO di bursa Hongkong dan Singapore" katanya tanpa Prolog. 

Seakan bicara dengan anak sendiri. Saya hanya manggut. Tapi bagaimana kerjasamanya? Didepan saya adalah CEO perusahaan pembiayaan kelas dunia.

" Saya punya saham di Perusahan itu. Kamu ambil saham saya. Bayarnya pakai deviden aja. Gunakan kesempatan ini. Kembangkan. Jadikan financial gateway bantu Pemerintah percepat penbangunan insfrastruktur bisnis."

Saya masih bengong.

" kemarin meeting di Singapore sukses kan. " katanya.

Saya kaget. Ternyata dia tahu urusan saya dan kemarin sukses saya membujuk banker membantu saya ternyata berkat bantuan dia. Saya hanya terdiam. Hanya 10 menit meeting selesai. Saya terharu Padahal saya tak pernah berharap bantuan atau apapun dari dia kecuali saya memang suka belajar dari dia.

Ketika pulang saya ingat nasehat ayah saya " jangan lawan Pemerintah karena mereka ada berkat kekuasaan Tuhan. Hormati orang kaya , karana dari mereka kamu bisa menemukan cahaya dan mata air. Kasihani orang miskin karana dari mereka kamu akan dapat cinta Tuhan. Dan yang terpenting berusahalah Rebut hati orang dengan dasar ikhlas. Selanjutnya tunggulah"
Paham kan sayang

Studi Kasus Pembangunan Kawasan di China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Pernah dalam satu kesempatan saya diajak teman dalam presentasi project pembangunan kawasan di China.Teman ini sebagai team perancang pembangunan kemunitas. Jadi spesialisasinya bukan dibidang pembangunan phisik tapi adalah pembangunan social budaya kawasan.

Mengapa diperlukan team ahli soal social dan budaya ? 

Pertanyaan ini saya ajukan keteman karena biasanya pembangunan kawasan lebih kepada pendekatan marketing. Bagaimana design bangunan, infrastruktur dan daya tarik lainnya yang sehingga membuat orang merasa modern tinggal dikawasan itu, dan akhirnya membeli.

Teman itu tersenyum sambil menjelaskan bahwa kawasan itu dibangun untuk manusia , bukan untuk hewan. Maka pendekatan design kawasan haruslah sesuai dengan culture yang sudah exist di wilayah itu.

Bila pembangunan tidak memperhatikan factor culture maka yang ada tak lebih seperti tubuh/jasad tanpa ruh. Banyak sudah contoh betapa project pembangunan kawasan menjadi kawasan exlusive yang tak memberikan dampak berganda apapun bagi lingkungan sekitarnya

Bisnis Impor dari China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ada cerita teman saya. Dia dapat kontrak dari perusahaan minyak untuk mensuplai keranjang sampah 800 unit. Keranjang sampah itu terbuat dari plastik.

Waktu meeting dengan seller di China, dia kasih gambar keranjang sampah termasuk spec, material, ukuran tinggi, lebar dan luas.

Setelah negosiasi alot akhirnya mereka sepakat soal harga dan tanggal delivery.

Keranjang itu dimuat dalam kontainer 20 feet. Pembayaran DP 10% cash dan sisanya dengan TT setelah B/L terbit.

Apa yang terjadi kemudian? 

Setelah barang sampai, semua keranjang sampah itu ditolak oleh perusahan minyak.

Apa pasal ? 

ya karena kualitas keranjang sampah itu tidak sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Padahal semua spec sesuai dengan order. Selidik punya selidik , benar material dari bahan plastik tapi bukan kualitas terbaik. Itu material plastik dihasilkan dari tekhnologi daur ulang, Tentu saja kualitasnya rendah.

Tuesday, 15 August 2017

Financial Solution Bisnis Sawit COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Masalah dalam pembiayaan proyek Perkebunan Sawit dan PKS adalah baik pemilik lahan maupun pemilik keahlian tidak punya dana awal untuk pembiayaan izin, dan juga tidak ada dana untuk pembiayaan keseluruhan.

Karenanya di perlukan solusi. Sebelum saya bicara solusi maka saya ingin menduduk persoalan secara jernih.

Pertama, untuk dapatkan izin baru dengan cara menebang atau membakar, agak sulit sekarang. Karena sejak Jokowi mewacanakan moratorium, Pemda maupun Pusat tidak berani keluarkan izin baru untuk kebun sawit.

Apalagi dengan luas 6000 Hektar. Saya tidak tahu apakah pemilik ladang berpindah ini status tanahnya bisa dipakai untuk kebun sawit atau tidak. Apakah bisa dibuat HGU atau tidak.

Kedua, sekarang banyak pengusaha kebun sawit mau melepas kebunnya kepada investor.

Mengapa ?

Setelah harga CPO jatuh di pasar international dan ada pajak ekspor , secara financial engga lagi menguntungkan bisnis kebun sawit , apalagi yang luasnya dibawah 10,000 hektar dan belum punya PKS.

Tingkat IRR yang ada kebun sawit sekarang rata rata dibawah 10%. Kecuali untuk PKS, yang IRR bisa mencapai diatas 20%. Itupun kalau ada jaminan supply TBS dengan luas minimum 10,000 hektar untuk kapasitas 16 ton/Jam.

Ketiga, investor pada umumnya lebih suka membeli lahan diatas 10,000 hektar dalan satu hamparan. Agar lebih efisien pengelolaannya. Karena saat sekarang kondisi harga CPO akan sulit naik lagi seperti era kejayaan 10 tahun lalu. Kata kunci untuk sukses adalah efisiensi dan bersedia masuk ke downstream CPO.

Bisnis dari Buah Kelapa COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Saat sekarang china sedang menggalakkan pelet campuran sampah organik dan sabut ( termasuk batok) kelapa untuk pengganti batu bara sebagai fuel pembangkit listrik.

Permintaan jutaan ton setiap tahunnya. Harga lebih mahal dari batu bara.

Mengapa ? 

Karena pelet dari sabut kelapa ZERO emisi.

Industri pengolahan sabut kelapa dan sampah organik menjadi feul energy juga tidak mahal. Praktis 90% lokal content. Artinya secara Tekhnlogi kita mampu memproduksi pelet sabut kelapa dalam Jumlah besar apalagi kelapa di Indonesia melimpah.

Bagaimana dengan isi kelapa?

Saat sekarang dengan semakin meningkatnya kesadaran orang akan kesehatan maka orang mulai menghindari minyak goreng dari kelapa sawit.

Mengapa ? 

Kandungan lemak pada minyak sawit tidak larut di darah dan ini beresiko terhadap penyakit jantung.

Pilihan jatuh kepada minyak dari kelapa atau disebut Coconut Virgin oil. 

Minyak dari kelapa dengan pengolahan hanya melalui pemanasan tanpa bahan campuran sangat baik untuk kesehatan , khususnya untuk pencernaan dan kesehatan jantung.

Saat sekarang harga export coconut virgin oil per kg 36.000. Permintaan ekspor sangat tinggi.

Bagaimana dengan air kelapa?

Saturday, 12 August 2017

Kanal Kra COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Dua tahun lalu ketika terdengar kabar MOU antara Perusahaan China dengan Perusahaan Thailand untuk membangun kanal (terusan ) Kra yang akan melintasi Tanah Genting Kra, sebuah daratan sempit di Thailand Selatan yang menghubungkan Teluk Thailand dengan Laut Andaman. Saya sempat berkerut kening.

Terutama begitu yakinnya salah satu pejabat ketika berbicara dengan saya bahwa pembangunan selat Kra akan meningkatkan potensi Pelabuhan Sabang dan Kuala Tanjung. Singapore bisa disalip. Menurut saya, terlalu cepat menilai proyek itu akan dibangun. Apalagi nama perusahaan dari China adalah Asia Union Group. 

Saya tahu perusahaan ini tidak punya akses ke pusat kekuasaan di Beijing. Namun semangat dari Thailand Kra Infrastructure Investment sebagai mitra lokal patut di hargai. Karena niat dan obsesi membangun kanal Kra ini sudah berlasung ratusan tahun namun selalu gagal.

Secara bisnis, menurut saya proyek ini tidak layak.

Mengapa ? 

Dengan estimasi biaya pembangunannya sekitar US$ 28 miliar.

Diperkirakan membutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun untuk menyelesaikan mega proyek ini.

Sementara jarak tempuh yang dihemat kapal cargo bila menggunakan terusan kra ini hanya 72 jam.

Friday, 11 August 2017

Jaminan Kesehatan Ala China Fund Provider Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




SJSN - BPJS ?

Ketika UU mengenai BPJS sedang di rancang , tahun 2011 saya sudah mengingatkan baik buruknya System BPJS sebagai operator SJSN. Saya tidak menentang SJSN tapi yang saya tentang skema bpjs. 

Ada baiknya saya ilustrasikan bagaimana yang terjadi di Amerika yang merupakan pionir yang menerapkan skema bpjs. Sebagaimana di ketahui bahwa AS mempunyai skema dana jaminan sosial. Pemotongan gaji para pegawai setiap bulannya di kumpulkan dalam satu lembaga ( Social Security Administration ). 

Kemudian dana ini di investasikan dalam bentuk Surat Hutang ( social secutiry trust fund /SSTF ) yang diserap oleh Bank Central ( the Fed) . Sekilas kelihatannya investasi yang baik dan aman tanpa resiko. 

Setiap enam bulan sekali, the Fed akan memberikan bunga atas SSTF. Skema Ini terus berlangsung dalam irama the FED menyerap dana pensiun dan pada waktu bersamaan the Fed juga membayar bunga dan cicilan.

Imbal Beli COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Beberapa tahun lalu atau tepatnya 10 tahun lalu saya pernah di tunjuk agent oleh teman di Iran.

Apa keagenannya ? Kendaraan truck dan spare part.

Produk itu bukan buatan Iran, tapi buatan Cina. Apa untungnya menjadi agent dari Iran.

Bukankah lebih baik langsung jadi agent pabrikan di China?

Tunggu dulu. Harga yang ditawarkan oleh Iran kepada saya sangat murah. 20% lebih murah dari yang dijual oleh pabrikan di China.

Bagaimana bisa terjadi begitu? 

Karena terbentuk akibat kesepakatan imbal beli (Counter Purchase).

Harga itu murah akibat masing masing negara menghitungnya berdasarkan kurs mereka masing masing. China membeli Gas dan Minyak dari Iran, sementara pada waktu bersamaan China membayarnya dalam bentuk Truck dan spare part.

Tapi karena Iran punya industri otomotive sendiri, mereka tidak ambil opsi barang itu tapi menjualnya kepada pihak agent agar di jual ke negara lain.

Tuesday, 8 August 2017

Hutang Negara dan Gaji DPR COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Sebelum membahas soal hutang Pemerintah maka sebaiknya kita pahami dulu aturan main. Dulu ketika Orla dan Orba Dari tahun 1970 sampai tahun 2000, kita mengenal APBN dengan format T Account. Pembukuan negara seperti pembukuan Toko, yang hanya berisi informasi penerimaan dan pengeluaran.

Hutang dianggap sebagai penerimaan. Makanya hutang lebih bersifat politik. Dulu hutang negara berdasarkan G2G dan multilateral dengan awalnya dibentuk IGGI ( Inter Governmental Group on Indonesia) dengan ketuanya Belanda dan kemudian CGI ( Consultative Group on Indonesia) yang ketuanya Prancis.

Tahun 2000 format APBN itu dirubah menjadi I account. Ini standard Government Finance Statistic. Ia sudah menjadi standard dunia , yang bisa di ukur dan dianalisa oleh siapapun. Jadi lebih transfarance. Jadi sejak APBN mengikuti format I Account maka dia sudah menjelma seperti Neraca Perusahaan yang mudah dibaca oleh publik.

Pemerintah tidak bisa lagi sesukanya menentukan pos APBN. Kualitas perencanaan di plototi dan dianalisa oleh beragam investor institusi dalam dan luar negeri. Kalau APBN dibuat tidak rasional, tentu tidak kredibel maka pasti ditolak oleh market dan SBN tidak akan laku dijual. Ingat bahwa hutang era sekarang bukan hutang politik tapi murni hutang berdasarkan hukum pasar.

Dasar Hukum utang Negara.

Hutang tidak dianggap sebagai penerimaan tapi masuk dalam pos pembiayaan anggaran.

Apa yang dimaksud dengan pos pembiayaan anggaran? 

Anggaran pembiayaan disusun dulu seperti bangun jalan negara berapa km, panjang jembatan, bangun rumah sekolah, bangun rumah sakit dll. Itu dibuat detail dan kemudian disusun dalam bentuk RUU APBN.

Transit Oriented Developement ( Management Lalu Lintas) COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Proyek kereta Cepat punya TOD ( Transit Oriented Developement) di empat wilayah yaitu Halim, Krawang, Walini dan Gedebage. Keberadaan Meikarta di Cakarang adalah bagian dari pengaruh berganda dari adanya kereta cepat namun bukan TOD dari proyek kereta cepat jakarta bandung.

Tentu mereka akan diberi jalan akses ke stasiun terdekat ke TOD. Dan tentu akan menaikan nilai jual dari investasi Meikarta. Kalau Meikarta yang berada diluar TOD saja berani investasi diatas mencapai Rp 278 triliun, apalagi daerah yang memang berada di TOD. Tentu dahsyat sekali Value jangka panjang lahan yang dilalui TOD.

Pembangunan TOD.

Di Halim akan dibangun tempat parker dan pusat perbelanjaan. Lahan untuk ini mencapai 25 hetar. Di Krawang lahan seluas 250 hektar akan dibangun pusat bisnis, block city dengan konsep industrialisasi.Di Walini seluas 1270 hektar akan dibangun pusat hiburan sekelas Disneyland, Legoland,Universal Studio, teater musical.

Juga akan dilengkapi dengan Rumah sakit berkelas international ( Universitas Indonesia ) , pusat riset ( relokasi Pusat riset Serpong) , universitas ( relokasi ITB) dan market place untuk berang kerajinan tangan rakyat. DI Gedebage seluas 400 hektar akan di bangun Teknopolis ( Silicon valley Indonesia ) dan depo kereta cepat. Dengan adanya TOD dalam jangka panjang jumlah penumpang akan meningkat sehingga bisa melewati BEP.

Dari keuntungan TOD saja sudah lebih dari cukup mengembalikan dana investasi kereta cepat yang senilai Rp. 60 triliun. Karena kalau tadi tanah per M2 hanya berharga Rp. 200.000 di Walini dan Krawang namun setelah di jadi TOD akan bernilai sedikitnya Rp. 2 juta.

Tanah di Halim tadinya Rp. 10 juta per M2, setela dibangun TOD nilainya akan jadi Rp. 50 juta. Juga di Gedebage , tanah yang tadinya Rp. 2 juta setelah jadi TOD nilainya akan mencapai Rp 20 juta. Hitunglah berapa luas TOD yang ada di empat wilayah itu ? Nilainya lebih dari cukup untuk mengembalikan investasi kereta cepat.

Thursday, 3 August 2017

Business Tanpa Keterangan COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ketika saya bertemu dengannya, saya sempat terkejut karena usianya masih relative muda. Menurutnya usianya 42 tahun. Penampilannya memang berkelas. Dengan stelan berharga diatas USD 2000 , jam tangan senilai diatas USD 200,000, saya dapat pastikan bahwa dia adalah entrepreneur world class.

Pertemuan saya dengannya diatur oleh teman dari New York. Dalam pertemuan itu tidak ada pembicaraan yang serius. Saya hanya sebagai pendengar yang baik. Mendengar dia yang sedang membentangkan dunianya untuk saya mengerti dan mungkin kagumi.

Menurut ceritanya, usahanya terbentang dari Afrika, di selatan Amerika dan juga di Utara ( Amerika Serikat), Asia, Eropa. Bisnisnya meliputi Mining, IT, Power Plant , Industry, Property, Infrastructure dll.

Dia menyebut usahanya itu sebagai portfolio business. 

Berapa nilai portfollionnya ? belum sempat saya bertanya , dengan bangganya dia menyebutkan angka diatas USD 5 Miliar atau diatas Rp. 50 Triliun.

Bayangan saya bahwa dia adalah orang yang bekerja keras. Mendapatkan berkah kepercayaan harta dari Konglomerat Yahudi untuk mengelola dana dalam jumlah tak terbilang.

Demikian kesimpulan saya sementara tentang dia.

Visi Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Beberapa tahun lalu saya pernah bertemu dengan anak muda yang punya ide dibidang IT khususnya solusi . Ketika itu mereka membutuhkan modal untuk pengembangan ide. Konsep bisnis sudah ada. Tekhnlogi sudah dikuasai.

Tapi mereka tidak tahu pasti apakah ide itu memenuhi qualifikasi masuk kepasar atau tidak. Memang konsep bisnisnya visioner tapi itu harus mendobrak produk yang sudah ada dipasar. Tentu membutuhkan ongkos tidak murah menghadapi pasar status Quo. Jadi secara bisnis memang beresiko.

" oh ini anggaran yang diajukan ?

Tanya saya seraya memperlihatkan proposal bisnis yang dia buat

" Ya"

" Jadi anggaran yang diajukan juga belum pasti menghasilkan output. "

" Ya Pak. Tapi peluang sukses besar sekali dan prospek bisnisnya juga bagus"

" Saya paham. "

" bagaimana Pak?

Saya hanya tersenyum. Setelah itu saya diamkan saja. Tapi setiap minggu sedikitnya 3 kali dia tanyakan kesaya apakah saya sudah mengambil keputusan.

Saya jawab , belum. Itu berlangsung hampir setengah tahun dan dia tidak pernah kehilangan kesabaran untuk deal dengan saya.

Akhirnya saya putuskan bahwa saya sanggupi terlibat dengan mimpinya, dan saya tawarkan opsi:

" Kamu jadi pemegang saham sebesar 70% dan saya 30%. Namun apabila proyek berhasil kamu harus beli balik saham saya sebesar 30% itu dengan nilai 3 kali lipat. Kalau kamu engga ada uang untuk beli balik, saya akan carikan pembelinya. "