Sunday, 20 August 2017

Skema Pembiayaan LRT Jabodebek COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Beberapa bulan lalu memang para direksi PT. Adhi Karya stress.

Karena skema pembiayaan proyek kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) yang tadinya diharapkan dari APBN ternyata dalam pos APBN 2017 tidak ada Alokasi Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 27 triliun dari total pembiayaan LRT.

Sementara PT. Adhi Karya sudah melakukan Pre-financing.

Adhi Karya mungkin membayangkan nasip proyek LRT akan sama dengan monorel yang mengakibatkan bleeding dan hanya menciptakan monumen tiang karna proyek gagal di era SBY.

Tapi minggu lalu Srimulyani sudah membuat keputusan untuk memastikan bahwa pembiayaan LRT tidak berasal dari APBN tapi dari korporat.

Artinya PT. KAI dipersilakan menarik dana pinjaman dari konsorsium bank.

Seketika disambut dengan antusias oleh bank dalam negeri. Yang sudah commit adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, BCA, Bank CIMB.

Mengapa Berhutang ? COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Istri saya bertanya kepada saya

“ Pah kenapa sih orang asing boleh investasi di Indonesia. ? Apa engga dikuasai nanti Indonesia.” 

Saya tersenyum mendengar pertanyaan seperti itu. Karena ini pertanyaan awam yang mungkin mayoritas penduduk negeri ini berpikiran seperti itu.

Saya katakan bahwa saat sekarang penerimaan negara itu bukan hanya dari SDA dalam bentuk bagi hasil tapi juga dari pajak. Saat sekarang 85,6% penerimaan negara itu dari pajak.”

“ Pajak apa aja.”

“ Ya pajak penghasilan atas perusahaan baik swasta , bumn maupun Asing. Pajak penghasilan perorangan, Juga pajak penjualan, cukai dll. Hanya 15% penerimaan dari bagi hasil atas pengelolaan SDA berupa MINERBA dan MIGAS.

“ Kok kecil sekali bagi hasil SDA kita ?" Tanya istri lagi.

Friday, 18 August 2017

Modus Penipuan Harta Amanah COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Pada tahun 1996, saya berkenalan dengan kisah yang sulit saya terima dengan akal sehat namun sulit pula untuk saya abaikan begitu saja. Mereka yang datang kepada saya bercerita dengan begitu bersemangat.

Bahkan cerita itu dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung untuk sekedar ingin membuktikan kisah itu benar adanya. Saya masih sulit untuk menerima kebenaran itu.

Walau saya tahu mereka yang bercerita kepada saya itu bukanlah orang gila. Mereka semua waras. Namun, yang pasti semua mereka yang bercerita itu, dengan membawa dokumen dokumen itu, hampir semua adalah pengacara alias pengangguran banyak acara.

Tentu mereka juga bukan hanya banyak acara untuk bertemu dengan banyak orang di loby loby hotel berbintang tapi juga banyak impian.

Kisah apakah yang saya maksud itu ?

Ini kisah tentang harta amanah. Menurut cerita , bahwa ada harta berupa emas yang merupakan milik dari kesultanan tempo dulu. Harta ini ditempatkan di bank bank di Eropa seperti UBS, HSBC, Barclay.

Menurut cerita , setelah Indonesia merdeka, para keluarga kesultanan menitipkan harta ini kepada Soekarno sebagai amanah untuk digunakan bagi rakyat Indonesia. Soekarno menerima amanah itu dan kemudian cerita berkembang sampai terjadi penunjukan mandat kepada Soewarno, Sarinah, Saifudin Malik dan lain lain.

Kembali saya ingatkan bahwa ini bukan hanya sekedar kisah seperti dongeng tapi kisah yang diformalkan dengan bukti berbagai dokmen resmi (?). Soal jumlah harta ini, jangan dibayangkan berapa banyaknya.

Contoh Financial Engineering COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



“ Bisa datang kekantor. Lama engga ketemu kita “

“ Engga enaklah. Kamu sudah jadi pejabat. Nanti aja kalau kamu longgar saya undang makan malam.”

“ Bukan itu aja masalahnya. Saya minta tolong koreksi makalah yang akan saya sampaikan dalam seminar. “

“ Ya kirim aja ke email saya.Nanti saya bantu koreksi. Tapi apa yang harus dikoreksi. Kamu itu PHD dari Harvard.”

“ Ya teori sih hebat tapi kan perlu juga tanggapan dari praktisi. Makanya lebih enak kalau kamu datang ke kantor. Ayolah. Kita diskusi”

Demikian dialogh dengan teman via telp dua hari lalu.

Akhirnya saya sempatkan datang sore hari sebelum jam kantor tutup.

Kebetulan makalahnya berkaitan dengan Infrastructure fund.

Thursday, 17 August 2017

Menyusutnya Pasar COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Kemarin di Singapore waktu makan siang dengan banker, dia sempat bilang bahwa pasar eceran domestik Singapore bukan hanya jatuh tapi mendekati ajal. Dulu Mall banyak di bangun karena singapore sebagai kota surga belanja. Sejak tahun 2013 terjadi perubahan yang sangat cepat sekali. Penjualan eceran drop mencapai titik terendah. Dampaknya menekan harga jual dan sewa property. 

Menurutnya penyebabnya adalah Ekonomi regional memang lagi lesu. Ditambah lagi Warga Singapura merupakan pembelanja paling tech savvy di Asia, dengan jumlah pembelanja online lebih banyak dibanding konsumen di Hong Kong dan Malaysia.

Menurut saya bahwa perubahan pasar yang ada sekarang tidak terjadi dengan begitu saja tapi sudah berproses sejak tahun 80an, dan belanja online bukanlah penyebab utama pasar menyusut tapi hanya perubahan cara orang belanja saja.

Yang terjadi sesungguhnya adalah market adjustment atau terjadinya proses permintaan dan penawaran menuju titik keseimbangan baru.

Mengapa ? 

Sejak tahun 80an telah terjadi penambahan kapasitas produksi yang tiada henti. Pada akhir 1990-an angka-angka indikator tampak sangat mencolok. Industri komputer di AS meningkat 40% per tahun, jauh di atas proyeksi demand tahunannya.

Wednesday, 16 August 2017

Uang adalah TRUST COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Teman saya di China pernah berkata kepada saya “ Jangan pernah sekalipun pertanyakan uang yang kita beri kepada Istri. Karena kalau kita pertanyakan maka rezeki kita akan berkurang dan bila sampai dia kecewa karena sikap kita, maka rezeki kita akan menjauh.” 

Dalam pergaulan saya dengan teman teman yang sebagian besar pengusaha keturunan etnis China, ternyata mereka juga punya prinsip yang sama. Bahkan agak ekstrim “ Selagi istri masih suka minta uang kekita itu artinya hoki kita masih ada dan akan terus bertambah.”

Apakah dengan istri yang gampang dapat uang dari suami dan tak pernah ditanya kemana uang pergi lantas membuat istri boros? Tidak juga. Sebagian besar teman saya, mengatakan justru istrinya lebih perhitungan terhadap uang.

Mengapa ? 

Karena istri sangat percaya bahwa tidak mudah suami mendapatkan uang apalagi suaminya bukan pejabat atau pegawai. Saya juga mengamini. Saya tidak pernah bertanya kepada istri kemana saja uang yang saya kasih. Bahkan kalau dia minta uang untuk beli barang contoh kendaraan, sayapun tidak pernah bertanya apa merek kendaraan. Tapi senyum dan matanya menyiratkan dia memang butuh.

Merebut Hati CEO COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Untuk kesekian kalinya saya bertemu dia. Mungkin sejak 4 tahun lalu sudah 18 kali saya bertemu dia. Usianya 72 tahun. Sebetulnya dia tidak lagi aktif dalam bisnis. 

Namun masih suka sekali kali terlibat dalam komite investasi di lingkungan group perusahaannya. Saya sendiri tidak tahu mengapa saya suka bertemu dia. Padahal tidak ada bisnis dengan dia. 

Tapi saya dengan diberi kesempatan bertemu saja , apalagi bisa ajak dia makan malam, itu sesuatu banget.
Ketika dia menikmati makan malam, sedikit saja dia merasa engga nyaman atas jamuan saya, udah membuat saya merasa bersalah. 

Tapi selama ini semua baik baik saja. Pernah waktu dia sakit mau berobat ke china, dia minta saya yang antar. Saya bersenang hati. 

Padahal banyak putranya yang bisa antar dia. Selama proses pengobatan saya berusaha menempatkan diri sebaik mungkin.
Tadi saya sudah siapkan table untuk makan malam di hotel bintang 5 tapi dia minta dipercepat ketemunya. Pertemuan tidak diadakan di hotel tapi apartemen nya.

 " Jel, ini kenalkan teman saya. Dia jadikan partners kamu. Kalian berdua cocok. Coba Develop infrastruktur Fund bersama sama. Sekarang dia punya portofolio di lima negara. Dia udah IPO di bursa Hongkong dan Singapore" katanya tanpa Prolog. 

Seakan bicara dengan anak sendiri. Saya hanya manggut. Tapi bagaimana kerjasamanya? Didepan saya adalah CEO perusahaan pembiayaan kelas dunia.

" Saya punya saham di Perusahan itu. Kamu ambil saham saya. Bayarnya pakai deviden aja. Gunakan kesempatan ini. Kembangkan. Jadikan financial gateway bantu Pemerintah percepat penbangunan insfrastruktur bisnis."

Saya masih bengong.

" kemarin meeting di Singapore sukses kan. " katanya.

Saya kaget. Ternyata dia tahu urusan saya dan kemarin sukses saya membujuk banker membantu saya ternyata berkat bantuan dia. Saya hanya terdiam. Hanya 10 menit meeting selesai. Saya terharu Padahal saya tak pernah berharap bantuan atau apapun dari dia kecuali saya memang suka belajar dari dia.

Ketika pulang saya ingat nasehat ayah saya " jangan lawan Pemerintah karena mereka ada berkat kekuasaan Tuhan. Hormati orang kaya , karana dari mereka kamu bisa menemukan cahaya dan mata air. Kasihani orang miskin karana dari mereka kamu akan dapat cinta Tuhan. Dan yang terpenting berusahalah Rebut hati orang dengan dasar ikhlas. Selanjutnya tunggulah"
Paham kan sayang

Studi Kasus Pembangunan Kawasan di China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Pernah dalam satu kesempatan saya diajak teman dalam presentasi project pembangunan kawasan di China.Teman ini sebagai team perancang pembangunan kemunitas. Jadi spesialisasinya bukan dibidang pembangunan phisik tapi adalah pembangunan social budaya kawasan.

Mengapa diperlukan team ahli soal social dan budaya ? 

Pertanyaan ini saya ajukan keteman karena biasanya pembangunan kawasan lebih kepada pendekatan marketing. Bagaimana design bangunan, infrastruktur dan daya tarik lainnya yang sehingga membuat orang merasa modern tinggal dikawasan itu, dan akhirnya membeli.

Teman itu tersenyum sambil menjelaskan bahwa kawasan itu dibangun untuk manusia , bukan untuk hewan. Maka pendekatan design kawasan haruslah sesuai dengan culture yang sudah exist di wilayah itu.

Bila pembangunan tidak memperhatikan factor culture maka yang ada tak lebih seperti tubuh/jasad tanpa ruh. Banyak sudah contoh betapa project pembangunan kawasan menjadi kawasan exlusive yang tak memberikan dampak berganda apapun bagi lingkungan sekitarnya

Bisnis Impor dari China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ada cerita teman saya. Dia dapat kontrak dari perusahaan minyak untuk mensuplai keranjang sampah 800 unit. Keranjang sampah itu terbuat dari plastik.

Waktu meeting dengan seller di China, dia kasih gambar keranjang sampah termasuk spec, material, ukuran tinggi, lebar dan luas.

Setelah negosiasi alot akhirnya mereka sepakat soal harga dan tanggal delivery.

Keranjang itu dimuat dalam kontainer 20 feet. Pembayaran DP 10% cash dan sisanya dengan TT setelah B/L terbit.

Apa yang terjadi kemudian? 

Setelah barang sampai, semua keranjang sampah itu ditolak oleh perusahan minyak.

Apa pasal ? 

ya karena kualitas keranjang sampah itu tidak sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Padahal semua spec sesuai dengan order. Selidik punya selidik , benar material dari bahan plastik tapi bukan kualitas terbaik. Itu material plastik dihasilkan dari tekhnologi daur ulang, Tentu saja kualitasnya rendah.

Tuesday, 15 August 2017

Financial Solution Bisnis Sawit COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Masalah dalam pembiayaan proyek Perkebunan Sawit dan PKS adalah baik pemilik lahan maupun pemilik keahlian tidak punya dana awal untuk pembiayaan izin, dan juga tidak ada dana untuk pembiayaan keseluruhan.

Karenanya di perlukan solusi. Sebelum saya bicara solusi maka saya ingin menduduk persoalan secara jernih.

Pertama, untuk dapatkan izin baru dengan cara menebang atau membakar, agak sulit sekarang. Karena sejak Jokowi mewacanakan moratorium, Pemda maupun Pusat tidak berani keluarkan izin baru untuk kebun sawit.

Apalagi dengan luas 6000 Hektar. Saya tidak tahu apakah pemilik ladang berpindah ini status tanahnya bisa dipakai untuk kebun sawit atau tidak. Apakah bisa dibuat HGU atau tidak.

Kedua, sekarang banyak pengusaha kebun sawit mau melepas kebunnya kepada investor.

Mengapa ?

Setelah harga CPO jatuh di pasar international dan ada pajak ekspor , secara financial engga lagi menguntungkan bisnis kebun sawit , apalagi yang luasnya dibawah 10,000 hektar dan belum punya PKS.

Tingkat IRR yang ada kebun sawit sekarang rata rata dibawah 10%. Kecuali untuk PKS, yang IRR bisa mencapai diatas 20%. Itupun kalau ada jaminan supply TBS dengan luas minimum 10,000 hektar untuk kapasitas 16 ton/Jam.

Ketiga, investor pada umumnya lebih suka membeli lahan diatas 10,000 hektar dalan satu hamparan. Agar lebih efisien pengelolaannya. Karena saat sekarang kondisi harga CPO akan sulit naik lagi seperti era kejayaan 10 tahun lalu. Kata kunci untuk sukses adalah efisiensi dan bersedia masuk ke downstream CPO.

Bisnis dari Buah Kelapa COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Saat sekarang china sedang menggalakkan pelet campuran sampah organik dan sabut ( termasuk batok) kelapa untuk pengganti batu bara sebagai fuel pembangkit listrik.

Permintaan jutaan ton setiap tahunnya. Harga lebih mahal dari batu bara.

Mengapa ? 

Karena pelet dari sabut kelapa ZERO emisi.

Industri pengolahan sabut kelapa dan sampah organik menjadi feul energy juga tidak mahal. Praktis 90% lokal content. Artinya secara Tekhnlogi kita mampu memproduksi pelet sabut kelapa dalam Jumlah besar apalagi kelapa di Indonesia melimpah.

Bagaimana dengan isi kelapa?

Saat sekarang dengan semakin meningkatnya kesadaran orang akan kesehatan maka orang mulai menghindari minyak goreng dari kelapa sawit.

Mengapa ? 

Kandungan lemak pada minyak sawit tidak larut di darah dan ini beresiko terhadap penyakit jantung.

Pilihan jatuh kepada minyak dari kelapa atau disebut Coconut Virgin oil. 

Minyak dari kelapa dengan pengolahan hanya melalui pemanasan tanpa bahan campuran sangat baik untuk kesehatan , khususnya untuk pencernaan dan kesehatan jantung.

Saat sekarang harga export coconut virgin oil per kg 36.000. Permintaan ekspor sangat tinggi.

Bagaimana dengan air kelapa?

Saturday, 12 August 2017

Kanal Kra COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Dua tahun lalu ketika terdengar kabar MOU antara Perusahaan China dengan Perusahaan Thailand untuk membangun kanal (terusan ) Kra yang akan melintasi Tanah Genting Kra, sebuah daratan sempit di Thailand Selatan yang menghubungkan Teluk Thailand dengan Laut Andaman. Saya sempat berkerut kening.

Terutama begitu yakinnya salah satu pejabat ketika berbicara dengan saya bahwa pembangunan selat Kra akan meningkatkan potensi Pelabuhan Sabang dan Kuala Tanjung. Singapore bisa disalip. Menurut saya, terlalu cepat menilai proyek itu akan dibangun. Apalagi nama perusahaan dari China adalah Asia Union Group. 

Saya tahu perusahaan ini tidak punya akses ke pusat kekuasaan di Beijing. Namun semangat dari Thailand Kra Infrastructure Investment sebagai mitra lokal patut di hargai. Karena niat dan obsesi membangun kanal Kra ini sudah berlasung ratusan tahun namun selalu gagal.

Secara bisnis, menurut saya proyek ini tidak layak.

Mengapa ? 

Dengan estimasi biaya pembangunannya sekitar US$ 28 miliar.

Diperkirakan membutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun untuk menyelesaikan mega proyek ini.

Sementara jarak tempuh yang dihemat kapal cargo bila menggunakan terusan kra ini hanya 72 jam.

Friday, 11 August 2017

Jaminan Kesehatan Ala China Fund Provider Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




SJSN - BPJS ?

Ketika UU mengenai BPJS sedang di rancang , tahun 2011 saya sudah mengingatkan baik buruknya System BPJS sebagai operator SJSN. Saya tidak menentang SJSN tapi yang saya tentang skema bpjs. 

Ada baiknya saya ilustrasikan bagaimana yang terjadi di Amerika yang merupakan pionir yang menerapkan skema bpjs. Sebagaimana di ketahui bahwa AS mempunyai skema dana jaminan sosial. Pemotongan gaji para pegawai setiap bulannya di kumpulkan dalam satu lembaga ( Social Security Administration ). 

Kemudian dana ini di investasikan dalam bentuk Surat Hutang ( social secutiry trust fund /SSTF ) yang diserap oleh Bank Central ( the Fed) . Sekilas kelihatannya investasi yang baik dan aman tanpa resiko. 

Setiap enam bulan sekali, the Fed akan memberikan bunga atas SSTF. Skema Ini terus berlangsung dalam irama the FED menyerap dana pensiun dan pada waktu bersamaan the Fed juga membayar bunga dan cicilan.

Imbal Beli COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Beberapa tahun lalu atau tepatnya 10 tahun lalu saya pernah di tunjuk agent oleh teman di Iran.

Apa keagenannya ? Kendaraan truck dan spare part.

Produk itu bukan buatan Iran, tapi buatan Cina. Apa untungnya menjadi agent dari Iran.

Bukankah lebih baik langsung jadi agent pabrikan di China?

Tunggu dulu. Harga yang ditawarkan oleh Iran kepada saya sangat murah. 20% lebih murah dari yang dijual oleh pabrikan di China.

Bagaimana bisa terjadi begitu? 

Karena terbentuk akibat kesepakatan imbal beli (Counter Purchase).

Harga itu murah akibat masing masing negara menghitungnya berdasarkan kurs mereka masing masing. China membeli Gas dan Minyak dari Iran, sementara pada waktu bersamaan China membayarnya dalam bentuk Truck dan spare part.

Tapi karena Iran punya industri otomotive sendiri, mereka tidak ambil opsi barang itu tapi menjualnya kepada pihak agent agar di jual ke negara lain.

Tuesday, 8 August 2017

Hutang Negara dan Gaji DPR COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Sebelum membahas soal hutang Pemerintah maka sebaiknya kita pahami dulu aturan main. Dulu ketika Orla dan Orba Dari tahun 1970 sampai tahun 2000, kita mengenal APBN dengan format T Account. Pembukuan negara seperti pembukuan Toko, yang hanya berisi informasi penerimaan dan pengeluaran.

Hutang dianggap sebagai penerimaan. Makanya hutang lebih bersifat politik. Dulu hutang negara berdasarkan G2G dan multilateral dengan awalnya dibentuk IGGI ( Inter Governmental Group on Indonesia) dengan ketuanya Belanda dan kemudian CGI ( Consultative Group on Indonesia) yang ketuanya Prancis.

Tahun 2000 format APBN itu dirubah menjadi I account. Ini standard Government Finance Statistic. Ia sudah menjadi standard dunia , yang bisa di ukur dan dianalisa oleh siapapun. Jadi lebih transfarance. Jadi sejak APBN mengikuti format I Account maka dia sudah menjelma seperti Neraca Perusahaan yang mudah dibaca oleh publik.

Pemerintah tidak bisa lagi sesukanya menentukan pos APBN. Kualitas perencanaan di plototi dan dianalisa oleh beragam investor institusi dalam dan luar negeri. Kalau APBN dibuat tidak rasional, tentu tidak kredibel maka pasti ditolak oleh market dan SBN tidak akan laku dijual. Ingat bahwa hutang era sekarang bukan hutang politik tapi murni hutang berdasarkan hukum pasar.

Dasar Hukum utang Negara.

Hutang tidak dianggap sebagai penerimaan tapi masuk dalam pos pembiayaan anggaran.

Apa yang dimaksud dengan pos pembiayaan anggaran? 

Anggaran pembiayaan disusun dulu seperti bangun jalan negara berapa km, panjang jembatan, bangun rumah sekolah, bangun rumah sakit dll. Itu dibuat detail dan kemudian disusun dalam bentuk RUU APBN.

Transit Oriented Developement ( Management Lalu Lintas) COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Proyek kereta Cepat punya TOD ( Transit Oriented Developement) di empat wilayah yaitu Halim, Krawang, Walini dan Gedebage. Keberadaan Meikarta di Cakarang adalah bagian dari pengaruh berganda dari adanya kereta cepat namun bukan TOD dari proyek kereta cepat jakarta bandung.

Tentu mereka akan diberi jalan akses ke stasiun terdekat ke TOD. Dan tentu akan menaikan nilai jual dari investasi Meikarta. Kalau Meikarta yang berada diluar TOD saja berani investasi diatas mencapai Rp 278 triliun, apalagi daerah yang memang berada di TOD. Tentu dahsyat sekali Value jangka panjang lahan yang dilalui TOD.

Pembangunan TOD.

Di Halim akan dibangun tempat parker dan pusat perbelanjaan. Lahan untuk ini mencapai 25 hetar. Di Krawang lahan seluas 250 hektar akan dibangun pusat bisnis, block city dengan konsep industrialisasi.Di Walini seluas 1270 hektar akan dibangun pusat hiburan sekelas Disneyland, Legoland,Universal Studio, teater musical.

Juga akan dilengkapi dengan Rumah sakit berkelas international ( Universitas Indonesia ) , pusat riset ( relokasi Pusat riset Serpong) , universitas ( relokasi ITB) dan market place untuk berang kerajinan tangan rakyat. DI Gedebage seluas 400 hektar akan di bangun Teknopolis ( Silicon valley Indonesia ) dan depo kereta cepat. Dengan adanya TOD dalam jangka panjang jumlah penumpang akan meningkat sehingga bisa melewati BEP.

Dari keuntungan TOD saja sudah lebih dari cukup mengembalikan dana investasi kereta cepat yang senilai Rp. 60 triliun. Karena kalau tadi tanah per M2 hanya berharga Rp. 200.000 di Walini dan Krawang namun setelah di jadi TOD akan bernilai sedikitnya Rp. 2 juta.

Tanah di Halim tadinya Rp. 10 juta per M2, setela dibangun TOD nilainya akan jadi Rp. 50 juta. Juga di Gedebage , tanah yang tadinya Rp. 2 juta setelah jadi TOD nilainya akan mencapai Rp 20 juta. Hitunglah berapa luas TOD yang ada di empat wilayah itu ? Nilainya lebih dari cukup untuk mengembalikan investasi kereta cepat.

Thursday, 3 August 2017

Business Tanpa Keterangan COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ketika saya bertemu dengannya, saya sempat terkejut karena usianya masih relative muda. Menurutnya usianya 42 tahun. Penampilannya memang berkelas. Dengan stelan berharga diatas USD 2000 , jam tangan senilai diatas USD 200,000, saya dapat pastikan bahwa dia adalah entrepreneur world class.

Pertemuan saya dengannya diatur oleh teman dari New York. Dalam pertemuan itu tidak ada pembicaraan yang serius. Saya hanya sebagai pendengar yang baik. Mendengar dia yang sedang membentangkan dunianya untuk saya mengerti dan mungkin kagumi.

Menurut ceritanya, usahanya terbentang dari Afrika, di selatan Amerika dan juga di Utara ( Amerika Serikat), Asia, Eropa. Bisnisnya meliputi Mining, IT, Power Plant , Industry, Property, Infrastructure dll.

Dia menyebut usahanya itu sebagai portfolio business. 

Berapa nilai portfollionnya ? belum sempat saya bertanya , dengan bangganya dia menyebutkan angka diatas USD 5 Miliar atau diatas Rp. 50 Triliun.

Bayangan saya bahwa dia adalah orang yang bekerja keras. Mendapatkan berkah kepercayaan harta dari Konglomerat Yahudi untuk mengelola dana dalam jumlah tak terbilang.

Demikian kesimpulan saya sementara tentang dia.

Visi Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Beberapa tahun lalu saya pernah bertemu dengan anak muda yang punya ide dibidang IT khususnya solusi . Ketika itu mereka membutuhkan modal untuk pengembangan ide. Konsep bisnis sudah ada. Tekhnlogi sudah dikuasai.

Tapi mereka tidak tahu pasti apakah ide itu memenuhi qualifikasi masuk kepasar atau tidak. Memang konsep bisnisnya visioner tapi itu harus mendobrak produk yang sudah ada dipasar. Tentu membutuhkan ongkos tidak murah menghadapi pasar status Quo. Jadi secara bisnis memang beresiko.

" oh ini anggaran yang diajukan ?

Tanya saya seraya memperlihatkan proposal bisnis yang dia buat

" Ya"

" Jadi anggaran yang diajukan juga belum pasti menghasilkan output. "

" Ya Pak. Tapi peluang sukses besar sekali dan prospek bisnisnya juga bagus"

" Saya paham. "

" bagaimana Pak?

Saya hanya tersenyum. Setelah itu saya diamkan saja. Tapi setiap minggu sedikitnya 3 kali dia tanyakan kesaya apakah saya sudah mengambil keputusan.

Saya jawab , belum. Itu berlangsung hampir setengah tahun dan dia tidak pernah kehilangan kesabaran untuk deal dengan saya.

Akhirnya saya putuskan bahwa saya sanggupi terlibat dengan mimpinya, dan saya tawarkan opsi:

" Kamu jadi pemegang saham sebesar 70% dan saya 30%. Namun apabila proyek berhasil kamu harus beli balik saham saya sebesar 30% itu dengan nilai 3 kali lipat. Kalau kamu engga ada uang untuk beli balik, saya akan carikan pembelinya. "

Monday, 31 July 2017

Leverage Business COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Ini ada cerita.Begini ceritanya. Saya mengetahui ada perusahaan yang sangat bagus pengelolaannya. Penjualannya terus meningkat. SDM hebat, produk berkualitas.Laba yang dihasilkan terus meningkat dari tahun ketahun.

Relasi saya di bank memberikan informasi kepada saya perusahaan tersebut bagus dan tumbuh dengan cepat. Namun punya masalah terhadap arus kas ( Cash flow ). Peningkatan penjuaan begitu cepat namun tidak diimbangi arus kas masuk yang cepat.

Apa pasal? 

Perusahaan terjebak dengan peningkatan penjualan secara kredit sementara bank tidak lagi mendukung pembiayaan cash flow tersebut karena Debt to equity ratio (DER) sudah diatas ambang batas ( diatas 30%).

Hanya dua cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan yaitu merubah syarat penjualan atau pemegang saham menyetor modal agar kondisi DER membaik. 

Yang pertama tidak mungkin dilakukan karena kawatir memperlemah momentum pasar.

Yang kedua para pemegang saham tidak punya dana untuk menbambah modal karena pertumbuhan laba habis untuk ekspansi. Saya tertarik terhadap perusahaan ini. Saya mengundang direksi perusahaan untuk makan malam.

Dengan wajah malaikat saya memuji management perusahaan itu. Saya menawarkan diri untuk menjadi investor. Sikap direksi atas tawaran dapat ditebak bahwa mareka akan cepat membuat benteng pertahanan dengan meyakinkan bahwa mereka sebenarnya tidak butuh investor dalam jangka panjang.

Mereka hanya butuh cash flow untuk mendukung penjualan yang terus meningkat. Mereka menawarkan kerjasama berdasarkan bagi hasil atas dasar persentase penjualan. Namun saya menolak secara halus bahwa saya berniat membeli saham perusahaan tersebut.

Selanjutnya aksi srigala dilakukan. Saya meminta banker relasi saya agar membatasi kredit terhadap perusahaan tersebut. Sehingga semua rencana solutif untuk mengatasi cash flow tertutup pintu. Namun perusahaan terus berjuang mencari sumber pembiayaan lain.

Upaya ini sangat berat karena langsung mengganggu cash flow dan produksi serta penjualan. Dalam situasi ini direksi perusahaan menghubungi saya dengan high yield proposal yaitu membeli piutang   (factoring).

Aha…saya terima dengan senang dan kini saatnya shadow banking saya beraksi.

Friday, 28 July 2017

Kemandirian Daerah COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Kalau Ahok bisa membangun dengan sebagian besar diluar APBD, itu karena sumber PAD DKI memang besar dan dunia usaha yang bersinggungan dengan otoritas pemda juga besar. Sehingga dengan kreatifitas program pembangunan berdasarkan kinerja, tidak sulit bagi Ahok membangun tanpa sumber dana dari APBD dan tanpa melanggar UU.

Tapi bagaimana dengan daerah lain yang PAD nya rendah dan penerimaan APBD juga rendah? 

Caranya engga bisa main gampang atau istilah potong ayam untuk makan. Tapi biarkan ayam bertelor untuk dijual dan uangnya untuk makan. Artinya jangan mengandalkan dunia usaha yang sudah exist dengan mengeluarkan PERDA agar dipalaki. Ini engga sehat.

Tapi yang harus dilakukan adalah bagaimana memacu investasi didaerah agar semakin besar PAD didapat dan semakin besar manfaatnya bagi rakyat. Caranya adalah pemda melalui BUMD harus leading memicu pertumbuhan investasi didaerah.

Caranya ? 

Gunakan istrument Municipal bond

Sosialisasi Municipal Bond telah dilaksanakan 10 tahun lalu. Namun belum banyak PEMDA ynag memahami Municipal Bond ini atau juga mungkin mereka terjerat oleh kondisi yang menyulitkan dari aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Walau berdasarkan aturannya tetap saja Pemerintah Pusat tidak bertanggung jawab penuh dari segala resiko default atas Municipal Bond ini. Sementara itu PEMDA dihadapkan oleh keterbatasan dana pembangunan infrastructure ekonomi daerah. Karena sebagian besar dana APBD habis untuk belanja rutin. Hanya menyisakan tidak lebih 20% untuk pembangunan.

Monday, 24 July 2017

Jatuhnya Negara Karena Pangan COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Henry Kissinger pada tahu 1970 pernah berkata “Control oil and you control nations; control food and you control the people. Kendalikan minyakan maka anda akan kendalikan bangsa. Kendalikan pangan maka anda akan kendalikan rakyat.

Makanya politik pangan AS lebih dahsyat daripada politik bomb nuklir. Dengan kekuatan pangan, AS dapat mendikte politik negara yang defisit pangan melalui instrumen bantuan pangan ataupun ekspor pangan.

Pangeran Joyoboyo pernah menasehati para muridnya. 

“ Bagaimana mempertahankan kekuasaan? Tanya muridnya.
“ Kendalikan Tentara”
“ Kalau tentara tidak bisa di kendalikan?
“ Jangan ganggu umat beragama”
“ Kalau tentara dan umat beragama tak bisa dikendalikan, bagaimana?
“ Pastikan rakyat tidak kekurangan pangan. Maka tak ada kekuatan yang bisa menjatuhkan kamu”.

Sejarah membuktikan pangan adalah basis sekaligus instrumen kekuasaan yang sangat efektif.

Rakyat suatu negara akan tunduk jika pemerintahnya bisa menjamin kecukupan pangan. Di Indonesia, pemerintahan HM Soeharto sudah membuktikannya selama 30-an tahun.

PANGAN adalah kekuasaan. Ini bukan jargon kosong.

Bagaimana kalau sampai gagal ? 

Prof Nouriel Roubini dari Universitas New York, yang memimpin lembaga Roubini Global Economics, dalam risetnya mengatakan bahwa akar masalah kerusuhan politik di kawasan timur tengah adalah krisis pangan.

Petaka politik di Tunisia dan Mesir , di Aljazair, Jordania, Sudan selatan, karena warga sulit mendapatkan harga pangan yang murah. Harga pangan terus melambung. Apa yang terjadi pada negara Arab tersebut bisa saja terjadi di India, Pakistan, China, dan negara-negara di Amerika Latin apabila krisis pangan menimpa negara-negara itu.

Silent Power Ekonomi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Banyak ekonom dan juga pejabat sulit menjawab mengapa keadaan ekonomi lesu tapi index saham tetap bagus. Transaksi pasar uang masih bergairah.

Ada apa ? 

Demikian juga yang dipertanyakan oleh Dahlan Iskan. Saya akan menjawab dari sisi praktisi. Jadi soal salah atau benar menurut ekonom, itu bukan urusan saya. Dunia saya dunia nyata. Saya belajar dari kenyataan dan berusaha berdamai dengan realitas.

Kalau orang main judi , apakah semua orang kalah? atau semua menang? tidak kan.

Ada yang kalah tentu ada yang menang. Kehidupan juga begitu. Ada yang kaya tentu ada yang miskin.

Sampai kiamat akan selalu bersanding soal itu. Ekonomi dunia menyusut.

Apakah uang juga menyusut? tentu tidak.

Uang tidak pernah hilang dari dunia dan inilah harta yang selalu dijaga rapi. Semua sistem perbankan dan moneter memastikan uang terjaga dengan baik. Nah kalau ekonomi lesu, kemana saja uang itu?

Apakah uang dimakan hantu? Ya tidak.

Uang tetap ada hanya saja uang tidak dipegang oleh mereka yang kalah.

Siapa yang kalah itu ? Dalam situasi krisis, yang kalah itu adalah Pemerintah, dan Corporate.

Mengapa ? 

Karena baik Negara maupun Corporate berhadapan dengan sistem debit dan credit. Arus debit credit harus terjaga dan karenanya uang tidak pernah diam. Ketika kurang maka mereka jadi debitur dan ketika berlebih mereka jadi sinterkelas.

Lantas dimana uang itu? Uang ada ditangan orang kaya.

Siapa mereka itu? ya mereka adalah private investor.

Mereka ada tapi tiada. Mengapa saya sebutkan ada tapi tiada?

Karena kekayaan mereka tidak memacu konsumsi. Tidak juga menjadikan mereka selebritis yang doyan di puja, booking artis untuk leisure time atau beli lamborgini atau bangun rumah seperti istana. Bukan. Mereka adalah komunitas elite yang dananya dikelola oleh fund manager berkelas dunia dengan tingkat sekuriti tinggi.

Dari mana mereka kaya ? 

Umumnya mereka mengelola bisnis portfolio melalui bursa dengan menerapkan beragam skema investasi.

Supply Chain COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Setelah bangkrut , semua modal habis, yang tersisa hanya trust dari network business. Salah satu relasi memberi peluang bisnis untuk menjadi suplier pakaian ke salah satu jaringan departement store di Eropa.

 Bagaimana merealisasikan peluang itu? 

Modal untuk bangun pabrik tidak ada. Mau jadi trader sulit karena engga ada uang untuk membeli garment dari pabrikan. Salah satu teman dari Korea kasih tahu ke saya bahwa pergi saja ke China.

Dengan long term contract dari buyer kita bisa dapat facilitas untuk pengadaan barang. Saya datang ke shenzhen, china. Ketika itu tahun 2000an. Memang banyak orang korea, jepang, bahkan eropa melakukan bisnis di shenzhen. Umumnya usia mereka dibawah 40 tahun.

Jadi bagaimana merealisasikan peluang menjadi uang tanpa modal besar? 

Apalagi di negeri orang. Teman di China menyarankan saya untuk mendatangi Export National Agency yang bertugas memberikan solusi pembiayaan ekspor. Dari Agency saya diberi skema pembiayaan supply chain yang terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan lain.

Atas rekomendasi Export national agency maka saya yakinkan buyer saya di eropa untuk menandatangani long term contract dengan saya. Mereka setuju dengan syarat pembayaran 6 bulan dalam bentuk Usance LC. 

LC tersebut mensyarakatkan ada nya endorsement dari National agency China untuk setiap pencairan LC.

Thursday, 6 July 2017

BISNIS PANGAN COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Sebelum Era Jokowi.

Business pangan adalah business yang akrab dengan politik. Henry Kissinger pada tahu 1970 pernah berkata "Control oil and you control nations; control food and you control the people".

Dalam system kapitalis pengendalian terhadap minyak dan pangan adalah segala galanya.

Dibidang pangan, Pengusaha domestik dan international saling terkait untuk menciptakan pasar yang oligopolistis. Di pasar internasional terdapat empat pedagang besar yang disebut ABCD, yaitu Acher Daniels Midland (ADM), Bunge, Cargill, dan Louis Dreyfus. 

Mereka menguasai sekitar 90% perdagangan serealia atau biji-bijian dunia. Di pasar domestik. Importir kedelai hanya ada tiga, yakni PT Teluk Intan (menggunakan PT Gerbang Cahaya Utama), PT Sungai Budi, dan PT Cargill.

Sementara itu, empat produsen gula rafinasi terbesar menguasai 65% pangsa pasar gula rafinasi dan 63% pangsa pasar gula putih. Kartel juga terjadi pada industri gula rafinas yang memperoleh izin impor raw sugar (gula mentah) 3 juta ton setahun yang dikuasai delapan produsen .

Untuk distribusi gula di dalam negeri 70% dikuasai oleh PT Angels Products, PT Citra Gemini Mulia, PT Duta Sumber Internasional, PT Sarana Manis Multi Pangan, PT Manis Rafinasi, PT Sari Agrotama Persada, PT Sentra Utama Jaya, dan PT Mega Sumber Industri.

Itulah bukti bahwa Mafia dalam perdangangan komoditas pangan memang ada.

PELUANG SKEMA PEMBIAYAAN LISTRIK INDONESIA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Bisnis Pembangkit Listrik

PLN mendapat tugas dari pemerintah menyediakan listrik untuk seluruh rumah tangga di Indonesia. Namun karena keterbatasan dana maka solusi yang di tempuh adalah melalui PPP ( Public Private Partnership).

Dengan skema PPP ini pemerintah melalui PLN memberikan peluang bagi dunia usaha untuk terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik ( power Plants).

Peluang bisnis ini luas sekali karena target yang belum direalisir masih sangat besar.

Bagaimana hubungan bisnis antara PLN dan dunia usaha? 

PLN hanya sebagai pembeli listrik dan dunia usaha sebagai investor yang membangun pembangkit listrik. Resiko investasi ada pada investor. Pembelian listrik sesuai dengan Power Purchase Agreement dengan tarif yang ditentukan pemerintah. Jadi kekuatan business ini adalah konsesi yang di berikan PLN kepada investor dengan jaminan cash flow dari PLN sebagai pembeli.

Bagaimana sumber pembiayaannya?

Bagaimana bila mendapatkan sumber pembiayaan secara konvensional dari bank? Akan sangat sulit karena terbentur dengan collateral yang harus anda sediakan terlebih dahulu. Biasanya collateral 110 % dari nilai proyek. 

Martua Sitorus COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Ketika harga sawit jatuh , ketika pemerintah Jokowi mengeluarkan issue moratorium Kebun Sawit, semua pengusaha mengeluh. Apalagi dengan penerapan pajak ekspor CPO. Tapi Martua Sitorus sebagai pengusaha dia tidak mengeluh. Kebijakan pemerintah dan situasi pasar global disiasatinya dengan bijak dan berani.

Caranya ?

1. Harga CPO akan turun dipermainkan pasar sudah di prediskinya. Maka dia sudah jauh hari membangun industri dowstream CPO. Dari oleo chemical, oleo food ( ethyl ester, Fatty acid, dan glycerine) sebagai bahan baku ,seperti industri pangan (minyak goreng dan margarin), industry sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif (biodisel).

Pabriknya yang berjumlah 250 unit tersebar di 20 negara termasuk China. Ketika semua pengusaha sawit hidup segan mati tak mau karena harga CPO jatuh, justru Martua semakin melenggang sebagai pengusaha sawit tanpa saingan. Karena dia menguasai dari upstream sampai dengan downstream.

Tuesday, 20 June 2017

ANALISA KASUS PEMBIAYAAN LION COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Anda mungkin sering mendengar istilah KONDOTEL. Pihak developer menawarkan kondominium kepada anda sebagai wahana investasi. Apabila anda setuju invest maka pada waktu bersamaan kondominium itu anda serahkan kepada developer untuk dikelola sebagai Kondotel.

Di samping itu anda bisa juga gunakan kondotel itu untuk berlibur dan bisa juga dapatkan income bila tidak sedang di gunakan. Berlalunya waktu anda mendapatkan revenue dari kondotel tersebut, sementara asset tetap atas nama anda sampai kapanpun.

Kalau suatu saat anda butuh uang, anda berhak untuk menjualnya dengan harga pasar. Yang menarik adalah selalu harga beli selalu lebih murah dari harga pasar. Jadi bagaimanapun tetap untung. Jadi anda dapat revenue dari pengelolaan Kondotel dan juga dapat untung ketika di jual.

Developer dapat apa ? 

Mereka dapat bagi hasil atas hak kelola kondotel dan juga dapat fee bila anda menjual kondotel.

Begitu juga dengan kasus pembiayaan pembelian pesawat yang di lakukan oleh LIon Air.

Bagaimana skemanya?

1. Sebagai perusahaan pemilik izin operasi penerbangan, Lion menawarkan kerjsama investasi kepada investor. Investor itu bukan satu tapi beberapa investor. Yang ditawarkan oleh Lion adalah

A. Harga pesawat lebih murah dibandingkan beli dari agent.

Kok bisa ? 

Ya karena Lion beli banyak tentu dengan harga pabrik dan belinya langsung ke prinsipal.

B. Pada waktu bersamaan Lion juga tawarkan jasa kelola pesawat tersebut dengan kondisi yang disepakati bersama. Jadi semacam sales and leaseback.

Bagaimana investor bisa percaya ? 

Analogi Lion Air Bang Bonar COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Babo analogikan saja saya. Ada Bang Bonar, dia dapat izin trayek taksi Jakarta Bandung. Dia engga ada uang untuk beli banyak taksi. Mau beli cara leasing jumlahnya terbatas dia dapat dan lagi bunganya selangit.

Lantas gimana caranya bang Bonar dapatkan kendaraan. Dia akan tawarkan kepada siapa saja yang punya uang untuk invest di perusahaan taksinya. Dia tidak suruh orang beli sahamnya. Tapi orang hanya berhak atas kendaraan yang diinvest.

Contoh kalau orang invest satu kendaraan maka dia berhak atas asset dari kendaraan itu.

Lantas mengapa orang tertariik invest ? 

Karena bang Bonar tawarkan harga diskon atas kendaraan.

Kok bisa diskon? 

Kan bang bonar belinya banyak dan langsung di pabrik. Contoh kalau harga kendaraan di show room Rp. 200 juta, tapi dengan bang Bonar , harga invest hanya Rp. 150 juta.

Monday, 19 June 2017

NEWMONT COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Berdasarkan UU, Pemda tidak boleh berhutang tanpa izin menteri keuangan dan kalaupun diizinkan tidak boleh memberikan jaminan atas hutang tersebut. Nah, siapa yang bisa memberikan pinjaman tersebut kepada PEMDA.

Conventional way untuk mendapatkan dana pembelian saham ini jelas tertutup karena tidak ada bank yang mau memberikan pinjaman tanpa ada Collateral.

Lantas bagaimana Pemda mendapatkan dana itu? 

Seorang pengusaha menawarkan diri sebagai investor. Pengusaha ini memberikan solusi too good to true; Tidak perlu ada jaminan.Tidak perlu ada credit rating record. 

Caranya bagaimana?

Pengusaha ini mengusulkan agar Pemda membentuk BUMD yang berdasarkan Perda bertugas melaksanakan pembiayaan divestasi. Selanjutnya Pengusaha membentuk satu perusahaan yang akan bertindak sebagai shadow banking. Shadow banking inilah yang akan membentuk perusahaan patungan dengan BUMD.

Didalam perusahaan patungan ini pengusaha melalui shadow banking menguasai saham 75% dan BUMD 25%. Apakah pengusaha itu membiayai dari kantongnya sendiri? Tidak! Mana ada business dimana pengusaha menggunakan uangnya sendiri kecuali pedagang kelas gurem. 

Dana itu dia dapat dari menempatkan hak saham 75% yang dimilikinya sebagai trigger terbangunnya financing scheme. Jadi penguasaan mayoritas saham itu hanya karena dia membawa financial resource untuk pembiayaan pengambil alihan itu. itu saja.

SHADOW BANKING COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tahun 2013, saya bertemu dengan teman yang sedang mengurus fundraising untuk perusahaan yang sudah listed di Bursa. Dia cerita bahwa pada saat sekarang sumber dana dari perbankan sudah sangat sulit didapat. Semua perusahaan besar sekarang berusaha mencari sumber dana alternative.

Mengapa ? 

Karena LDR bank sudah sangat tinggi. Kalau LDR ini tinggi karena prestasi bank menyalurkan dana sektor real maka itu bagus sekali. Tapi ini lebih disebabkan oleh semakin banyaknya nasabah institusi seperti Lembaga Dapen, Asuransi, yang mengalihkan dana depositonya ke Obligasi dan bagi nasabah pribadi lebih memilih penempatan dana ke Obligasi ritel seperti ORI.

Alasan mereka bahwa penempatan dana di obligasi dan ORI jauh lebih baik dari segi keamanan walau yield nya relative sama dengan bunga bank.Namun setidaknya obligasi memberikan kepastian yield dalam jangka panjang.

Walau terjadi penambahan volume penyaluran kredit dari sektor perbankan kedunia usaha namun itu tidak semuanya berhubungan dengan investasi baru tapi lebih kepada restruktur hutang dari debitur yang terancam NPL.

MENJAHIT MASALAH JADI PELUANG COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tiga bulan lalu, Hari jumat jam 4 sore saya ketemu dengan relasi bisnis di Grand Hyatt. Dia tawarkan royek bagus di kawasan segitiga emas. Proposalnya adalah kerjasama membangun proyek. Dia setor tanah , sementara investor setor uang untuk pembiayaan proyek. Rencana setelah proyek selesai akan di jual space nya secara strata title.

Karena penentuan harga jual tanahnya ditentukan sangat tinggi, maka agar IRR terpenuhi diatas layak , luas space harus lebih besar. Untuk itu diperlukan ketinggian bangunan yang cukup. Apakah mungkin dapat izin ketinggian tersebut ? tanya saya. Menurut teman itu bahwa tidak ada masalah dengan izin ketinggian yang di rencanakan.

Itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 119 Tahun 2016 yang mengatur pola kompensasi atau kontribusi terkait pengaturan insentif ketinggian bangunan. Itu memungkinkan asalkan kita membayar kontribusi membangun infrastruktur, jalan, rumah susun, membeli bus, fasilitas taman, dan lainnya.

Kita bisa pilih mana yang kita mau sebagai kotribusi. Pemda tidak minta uang tapi proyek jadi yang nilainya ditentukan oleh konsultan independent. Business meeting itu berakhir jam 5 sore setelah dia sepakat bahwa saya hanya bertindak sebagai shadow banking.

UANG DAN LEGITIMASI NEGARA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tanggapan atas pertanyaan dari Carlo Rousseau

Ada pertanyaan seputar Bitcoin. Saya tidak akan membahas dari sisi tekhnologi karena semakin ruwet dipahami. Namun saya akan jelaskan uang sebagai alat tukar dan instrument transaksi dan channeling perpindahan uang dari satu ketempat lain. Dari penjelasan ini maka kita akan sampai pada kesimpulan sendiri.

Uang.

Uang sekarang yang ada pada anda tidak dijamin oleh emas atau komoditas. Tapi dijamin oleh neraca Negara. Didalam neraca itu ada aktiva dan juga ada pasiva. Bisa surplus bisa juga defisit. Nah dalam neraca negara ini tercemin berbagai rasio keuangan negara untuk mengukur fundamental ekonomi negara.

Dari indikasi inilah maka dapat ditentukan internal currency exchange rate.

Apakah semua orang bisa menghitungnya ? Bisa.

Data laporan keuangan di release secara berkala oleh BI dan hampir semua provider content Financial berkelas dunia melaporkannya. jadi sifatnya trasfarance.

Uang lahir dari regulasi negara atas nama pemerintah yang berkuasa. Ini tidak bisa digantikan dengan apapun. Tidak ada kekuatan informal di luar pemerintah yang bisa menciptakan uang.

Mengapa ? Karena uang bukan hanya alat tukar internal tapi juga eksternal dan itu perlu legitimasi negara.

BITCOIN

Akibat krisis financial 9 tahun lalu, reputasi pemerintah semakin jatuh dalam mengatur transaksi uang. Publik tidak mau jadi korban akibat salah urus management pasar uang. Bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa mata uang yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah atau bank sentral. Ini uang kami dan biarkan kami yang urus.

Mengapa ?

Dengan dukungan sistem IT, maka memungkinkan transfer dapat dilakukan instant melalui peer to peer dan kemana saja. Artinya anda terhubung kedalam jaringan tanpa satupun orang tahu siapa anda dan tidak ada lembaga pemerintah bisa mengontrol transaksi anda.

Sunday, 18 June 2017

Retail Raksasa COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Dalam jamuan makan malam ,ada hal yang menarik ketika teman yang bekerja sebagai market analysis di salah satu securities company di Beijing bicara kapada saya “ Kalau ada pemeras yang dihormati maka itu adalah business network retail. Anda bisa bayangkan, hanya dengan konsep dan branded mereka bisa mendapatkan modal dari supplier, bank, mengontrol contract kemitraan termasuk soal margin dan lain sebagainya. Semua display di create untuk menciptakan laba. Sampai sampai soal investasi gerai merekapun tidak keluar uang didepan sama sekali, yang bayar dulu adalah pemilik bangunan ( developer Mall ). Philosophy mereka buy law sale high and pay later".   Katanya sambil tersenyum

Tapi saya terkejut dengan ungkapan yang sederhana. Maklum saja yang saya ketahui di china tidak dibenarkan retail raksasa asing boleh beroperasi. Kecuali dikota besar dan di down town.
Memang business ratail raksasa lahir dari konsep “ satisfied and convenient” yang ditawarkan kepada customer.

Ditambah lagi image sengaja dibangun secara berkelanjutan untuk meyakinkan audience tentang perlunya satisfied and convenient” Akibatnya kehadiran gerai retail raksasa seperti Carrefour dan hypermart ,Giant, Makro, Belhaize, Ahold membuat peretail lokal terpuruk.

Bahkan Hero yang termasuk peretair besar kelas local ikut mengalami tekanan dan akhirnya bergabung dengan Giant ( Malaysia). Sementara Matahari , terpaksa harus merger dengan ( Gorup Lipo/asing) atau hancur dimakan kompetisi.

Nah, kalau sekelas Matahari dan Hero saja tak kuat bersaing, lantas bagaimana nasip dari pedagang tradisional. Tentu mereka makanan empuk. Untuk menghantam peretail tradisional, peretail raksasa ini juga telah menguasai saham jaringan minimarket AlfaMart dan IndoMart sehingga praktis mereka masuk disemua lini untuk menguasai uang berputar disekitar belanja kebutuhan umum. Luar biasa.

Mari kita lihat bagaimana cara peretail raksasa ini bermain. Kecanggihan konsep business ini terdiri dari hal sebagai berikut :

Pertama : 

Administration System. Kekuatan mereka terletak dari kemampuan mereka mengatur arus lalulintas barang dari supplier, ke gudang dan kemudian ketangan konsument. Semua data ribuan jenis product teradiministrasi secara sytem online Efficient Consumer Response (ECR) melalui electronic data interchange (EDI).

Dengan system ini mereka mampu memonitor kekinian stock setiap saat dan sekaligus melakukan real time order kepada supplier. Akibatnya mereka dapat mengurangi penumpukan stock digudang. Hebatnya system ini juga meliputi monitoring seluruh stand yang ada.

Sehingga mereka dapat mengetahui persis produk apa yang tingkat penjualannya tinggi dan mana yang rendah. Yang tinggi ditingkatkan ,yang rendah ditukar/dihilangkan.

Lebih luas lagi, sytem ini menjangkau kepada seluruh network retail mereka. Semua dikendalikan oleh Main Server berskala raksasa dan terprogram dengan systematis..

Hasilnya sudah dapat ditebak mereka mampu menigkatkan efisiensi dan menentukan strategy yang tepat untuk meningkat volume penjualan setiap product.

Djoko Susanto Alfamart COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Djoko Susanto adalah termasuk orang terkaya di Indonesia. Dia adalah pemilik dari PT. Sumber Afaria Trijaya, atau populer dengan Alfamart. Sejarah awalnya perusahaan ini dirancang oleh group Sampoerna yang memang berpengalaman dibidang distribusi rokok.

Ketika Group Sampoerna diambil alih oleh Philip Morris dengan total transaksi sebesar USD 5 milliar, Alfamart tidak dilihat sebagai sebuah potensi oleh Philip Morris. Makanya dijual kepada salah satu direksinya yaitu Djoko Susanto.

Ditangan Djoko Susanto inilah Alfamart berkembang pesat hingga kini telah mempunya outlet sebanyak lebih 5.000 diseluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah seiring rencana target penjualan Alfamart meningkat setahunnya 15-20 %.

Lantas bagaimana caranya Djoko Susanto menjadikan Alfamart tumbuh berkembang begitu pesatnya ?

Sebetulnya ini hanyalah seni management ala kapitalis. Alfamart menyediakan system business lewat franchise ,dimana segala resiko dibebankan kepada pihak pengelola outlet.

Untuk lebih jelas saya gambarkan seperti ini. Tidak penting apakah anda punya skill atau pengalaman dalam dunia bisnis, anda akan langsung menjadi pengusaha outlet retail modern tanpa tersaingi oleh usaha sejenis disekitar anda, asalkan anda punya uang.

Thursday, 15 June 2017

Proyek Bandara Kertajati COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Bandar udara Kertajati berlokasi di Kabupaten Majalengka, sekitar 100 kilometer di timur Bandung. Bandar udara ini dibangun untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, tetapi juga melayani daerah di sekitar Cirebon.

Proyek ini diperkirakan menghabiskan biaya Rp 25,4 triliun. Sesuai rencana, Bandar Udara Kertajati pada tahap awal direncanakan akan memiliki satu landas pacu (runway) dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun.

Diharapkan bandar udara ini dapat menjadi bandar udara alternatif bagi masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Sesuai dengan rencana induk, bandar udara ini nanti akan dilengkapi dengan dua buah runway berukuran 3.500 x 60 meter dan 3.000 x 60 meter yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 747 atau Boeing 777.

Dari sisi udara bandara ini akan dilengkapi dengan apron seluas 228.944 meter persegi yang mampu menampung 2 pesawat sekelas Boeing 777, 10 pesawat sekelas Boeing 737-900 ER, dan 12 pesawat sekelas Boeing 737-400, taxiway, runway strip 3.120 x 300 meter, fasilitas alat bantu pendaratan pesawat, serta fasilitas penunjang lain.

Pada sisi darat, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembebasan lahan seluas 1.000 hektare dari kebutuhan lahan total sampai dengan tahap ultimate yang perlu dibebaskan seluas 1.800 hektare.

Rencana pembangunan fasilitas sisi darat terbagi menjadi tiga paket, yaitu paket infrastruktur, paket terminal utama penumpang dan paket bangunan penunjang operasional. Ditargetkan pembangunan Bandar Udara Kertajati ini selesai pada akhir 2017. Itu rencana.

Cerdas Berinvestasi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Saya tergelitik membaca kasus tentang ust Yusuf Mansur.

Tapi saya tidak akan menanggapi soal sejauh mana kasus ini. Karena sudah masuk ranah hukum.

Saya hanya ingin mengingatkan kepada Members DDB agar berhati hati terhadap program investasi yang ditawarkan melalui internet ( crowdfunding atau crowdsourcing ). Hal yang patut di kritisi adalah sebagai berikut :

1. Pastikan program tersebut mendapat izin dari OJK. Ingat bisnis yang tanpa izin itu sama saja tidak halal. Karena UU dan aturan adalah sebuah konsesus yang agama manapun harus patuh. Bisnis yang punya standard etik dan norma adalah patuh terhadap hukum.

2.Perhatikan Prospektus-nya yang berkaitan siapa manager investasi-nya? apa track record-nya. Jangan terpengaruh dengan nama besar dari sponsor tapi minta fakta dalam bentuk chat kesuksesannya.

Pada bisnis apa investasi itu akan di lakukan. Bagaimana resiko nya. Ingat tidak ada bisnis tanpa resiko.

KEMANDIRIAN DAERAH COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Di China, tersebutlah dimana sang kepala daerah kehillangan akal untuk mendapatkan dana guna merealisasikan impian membangun pasar rakyat berskala modern berstandar International.

Pasar ini bukan ukuran kecil tapi berukuran raksasa denggan menyerap lahan lebih dari 80,000 meter persegi. BIla bangunan ini selesai akan menampung pedagang kecil berjumlah 40,000 unit.

Lantas mengapa perbankan atau lembaga keuangan tidak bersedia memberikan pinjaman guna merealisasikan impian ini ?

Bukan karena permintaan kios yang kurang minat. Bukan!.

Tapi karena syarat yang ditetapkan Pemda yang membuat perbankan dan investori institusi berkerut kening.

Mengapa ? 

Pemda tak ingin kios itu dijual karena kawatir akan memberikan peluang orang berduit menguasai kios dan menyewakan kepada pedagang kecil dengan harga selangit. Pemda juga tak ingin kios itu disewakan karena kawatir hanya pedagang yang qualified secara financial yang mampu sewa, sementara yang tidak qualified tidak bisa menyewa.

Akuisi tanpa modal COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Dulu tahun 2008 ada perusahaan yang bergerak di bidang industri downstream yang berlokasi di Sumatera Utara menawarkan diri untuk dijual. Padahal Perusahan baru setahun berproduksi. Namun setelah melalui negosiasi panjang, mereka mundur dari negosiasi karena lebih suka deal dengan salah satu konglomerat yang lagi naik daun.

Saya sempat kecewa karana mereka melakukan dispute atas pre purchase agreement. Saya kehilangan uang untuk membayar lawyer, fund Manager dan consultant. Tapi saya tidak mau membawa ke pengadilan. Ini sudah resiko.

Tadi relasi banker saya di Singapore telp saya. Mereka tawarkan take over pabrik dalam kondisi sita jaminan akibat default. Ternyata targetnya adalah industry downstream yang dulu gagal deal dengan saya. Saya tersenyum. Rezeki anak Sholeh engga kemana.

" Mengapa Anda offers ke saya ?

" Kami tahu dulu Anda pernah ikut dalam proses TO tapi digagalkan oleh kompetitor Anda. Sekarang mereka default atas utangnya. Makanya kami tawarkan ke Anda. "

" Ok. Berapa offers nya ?

" Senilai loan dan bunga"

" Jadi berapa totalnya ?

" 200% dari Nominal loan.

" masih ada liabilites lain?

" Engga ada. Sudah Clean lewat restruktur"

" Berapa kapasitas terpakai sekarang?

" 40%?

" Mengapa ?

Wednesday, 14 June 2017

APBN DAN HUTANG INDONESIA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Pengantar

Ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden maka dia harus menghadapi masalah yang disebut dengan jebakan ekonomi.

Mengapa saya katakan jebakan ekonomi? 

Karena APBN kita tersandera oleh dua hal yaitu

Pertama , kewajiban membayar cicilan hutang dan bunga.

Kedua, anggaran belanja pegawai dan belanja rutin yang semakin membesar karena dampak dari adanya pemekaran wilayah dan beban subsidi yang terus membesar. Sementara dari sisi penerimaan, sesuai UU negara tidak lagi secara langsung berperan menguasai resource SDA tapi digantikan dengan mekanisme perpajakan dan bagi hasil.

Karena memang konsep APBN setelah reformasi menempatkan negara hanya sebagai service provider yang berhak atas fee dari kegiatan modal. Akibatnya penerimaan negara sangat tergantung dari kegiatan produksi dunia usaha khususnya yang mengelola SDA.

Kegiatan produksi ini tentu berhubungan dengan ekonomi global. Maklum sebagian besar produksi SDA di export. Apabila ekonomi global suram maka ekonomi kita semakin suram karena terpaksa hutang harus ditambah untuk menutupi sisi penerimaan yang tekor.

Namun bila ekonomi global cerah maka penerimaan pajak meningkat, ekonomi makin tumbuh dan hutang harus terus ditambah untuk memacu pertumbuhan. Karena penerimaan pajak baru didapat akhir tahun dan awal tahun harus hutang dulu agar bisa bayar biaya pembangunan.

Tuesday, 13 June 2017

Seni Akuisisi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Teman dari Hong Kong datang ke Jakarta. Dia mengundang saya makan malam di hotel. Sesampai di loby Ritz Carlton Hotel nampak dia sudah menanti saya. Dengan tersenyum cerah dia menyalami saya.

Apa yang menarik dari teman ini? 

Business specialisasinya adalah akuisisi. Selalu perusahaan yang akan dijadikan target akuisisi adalah perusahaan yang punya masalah financial.

Umumnya masalah financial itu terjadi karena disebabkan oleh tiga hal

Pertama kesalahan karena tidak mengenal pasar. Terlalu bangga dengan produknya tapi tidak tahu pasti bagaimana memasarkannya. Akibatnya mati sebelum berkembang.

Kedua, kesalahan tidak bisa memuaskan konsumen. Terlalu yakin dengan produk dan pasar tapi tak bisa memuaskan konsumen akibatnya gugur setelah berkembang.

Ketiga, kesalahan struktur. pasar bagus , produk bagus, service bagus tapi biaya tetap ( Fixed cost) lebih tinggi daripada biaya variable (Variable cost) akibatnya sedikit saja terjadi goncangan pasar maka akan menyedot darah perusahaan dan akhirnya mati karena frustrasi. Hal ini banyak terjadi di perusahaan penerbangan, IT.

Friday, 9 June 2017

Emas COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


 Pernah ketemu dengan teman, dia utusan PM Kazakhstan di Seoul, kami sempat terjadi diskusi yang hangat seputar emas sebagai alat tukar untuk menggantikan uang kertas. Pembahasan berkisar tentang sistem mata uang fiat murni, fractional reserve dan gold standard.

Saya mendengar dengan seksama hipotesisnya, argumen yang dikaitkan dengan syariah Islam. Tidak ada satupun saya berbeda pendapat dengan teman ini. Hanya satu hal yang harus dipahami bahwa setiap ketentuan harus didasarkan kepada situasi dan kondisi yang tepat.

Emas akan menjadi alat pembayaran yang adil bila dipenuhi syarat dimana pemerintah mengontrol semua transaksi. Karena transaksi manusia tidak hanya sebatas internal tapi sudah mendunia maka perlu ada kesepakatan soal ini dengan negara lain agar tujuan hubungan antar manusia terpenuhi.

Dulu ketika emas masih dijadikan alat pembayaran memang keadilan alat tukar terjadi dengan baik. Stabilitas harga terjamin. Tapi itu didukung oleh kontrol negara yang ketat terhadap distribusi emas itu sendiri. Negara juga menjamin stock emas, produksi emas dan explorasi emas. Hampir semua transaksi emas dilakukan oleh otoritas negara dan lembaga keuangan multilateral. Namun karena explorasi emas terus terjadi dan hukum ekonomi bekerja dengan efektif untuk mengejar laba. Orang tak mau lagi emas dikendalikan oleh negara karena untuk mendapatkan emas orang melakukan resiko yang besar. Liberalisasi perdagangan emas tak bisa lagi dibendung. Siapapun boleh menimbun emas dan memiliki emas tanpa harus dibatasi. Negara kehilangan kendali. Akibatnya terjadi perubahan kualitatif dan kurs mata uang menjadi mengambang.

Moneter China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Menurut Bank for International Settlements, utang china tahun 2016 mencapai USD 25 triliun atau setara dengan 254 persen dari GDP. Namun angka real hutang hanya 43,9 dari GDP.

Mengapa ? 

Karena sebagian besar itu bukan hutang konvensional tapi hutang bagi hasil atau revenue bond ( SUKUK). Semua hutang itu tidak di pakai untuk konsumsi seperti subsidi atau BLT, tapi di pakai untuk produksi seperti membangun insfrastruktur ekonomi nasional yang berbasis revenue.

Dimana rakyat membayar setiap penggunaan sarana umum yang di bangun pemerintah. Seperti jalan toll, pelabuhan, kerata api, pasar, dan lain lain. Artinya rakyat membayar hutang itu sendiri melalui fee yang dibayar setiap menggunakan proyek yang di bangun dari hutang itu.

Sementara hutang real yang ada sebesar 43,9 % dari GDP, adalah hutang corporate kepada bank dalam negeri maupun luar negeri. Untuk hutang luar negeri ini tidak di tanggung resikonya oleh pemerintah. Tapi hutang dalam negeri pemerintah bailout.

Apakah pemerintah China sendiri melakukan hutang luar negeri ? Tidak.

Pemerintah hanya berhutang kepada rakyatnya. Jadi benar benar republik rakyat dimana pembiayaan pembangunan dari rakyat secara gotong royong dengan mekanisme yang modern melalui surat utang yang teroganisir dengan baik Jadi kalau mau lihat bagaimana idiologi komunis maka lihatlah bagaimana struktur hutang negara China.

China menarik pajak dari rakyat kaya dan juga menerbitkan SUKUK untuk menutupi anggaran yang defisit. Uang itu di gunakan untuk membangun Insfrastruktur ekonomi wilayah yang miskin agar ekonomi bangkit.

Pembangunan ini hanya sebagai pemicu terjadinya geliat ekonomi. Agar mengundang pemodal datang ke wilayah tersebut. Pemerintah china sadar bahwa tidak semua investasi semuanya di lakukan negara, tentu pihak swasta juga di libatkan. Tapi kemampuan swasta juga terbatas. Umumnya hanya maksimum 10% dari total investasi. Sisanya mereka dapatkan dari bank melalui program percepatan pembangunan.

Bagaimana bank dapatkan uang bila wilayah belum tumbuh ? Gampang!.

Pemerintah menarik dana dari wilayah yang telah maju lebih dulu. Seperti Sanghai, Hong Kong, Shenzhen dan lain lain.

Produk Pertanian COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Hari kamis saya ada meeting di Singapore. Setelah meeting saya bertemu dengan teman yang juga eksekutif perusahaan Tanker. Dia cerita bahwa ada perusahaan di Sulawesi yang pemegang sahamnya orang Singapore dan Australia.

Perusahaan ini bergerak dalam industri pengolahan Coklat. Produknya sebagai raw material utama untuk di blending di industri pengolahan coklat merek terkenal di Eropa dan AS. Performance keuangannya saya baca dan memang luar bisa.

Saya membayangkan, bagaimana bisnis yang begini bagus sampai orang Singapore dan Australia yang mengelolanya. Teman itu menawarkan kepada saya untuk ambil saham singaporean itu. Dengan analisa sederhana dengan PER 7 kali saja, saya yakin dia akan lepas.

Mengapa ? 

Kalau peningkatan produksi digenjot dua kali lipat maka dua tahun sudah kembali modal. Marginnya tinggi sekali.

Disamping itu bagaimana perusahaan itu bisa mendapatkan jaminan suplai bahan baku ? 

Padahal bahan baku dari petani. Dari info memo yang saya baca, mereka menerapkan sistem kemitraan yang solid. Dari proses tanam, panen dan paska panen di bantu oleh perusahaan. Uang berputar ditangan petani hanya 30% dari nilai volume pembelian dan kalaupun itu gagal di kembalikan petani, mereka masih untung karena pembelian diatas 30% masih layak. 

Tuesday, 6 June 2017

Investasi dan Asuransi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Ada yang inbox kepada saya

" Pak saya telah ikut unit link yang diatawarkan agent asuransi. Saya paham mengenai produk tersebut. Tapi bisa engga bapak beri penjelasan kepada saya dari sisi lain."

" Unit link itu produk asuransi yang menggabungkan layanan asuransi dan investasi sekaligus."

" Ya pak ..saya tahu itu. Apa itu aman ?

" Tergantung dari sisi mana kamu ingin dapatkan. Apakah investasi nya atau asuransinya ?

" Investasi."

"Kalau yang namanya investasi itu tidak ada yang bisa menjamin keamanan. Kalau ada manager investasi menjamin keamanan investasi maka itu pasti melanggar UU dan bisa dikatakan tindakan fraud"

" Mengapa ?

" Karena namanya investasi kan berhubungan dengan masa depan. TIdak ada yang bisa jamin masa depan. Bisa untung , bisa juga rugi. Jadi kalau ada yang menjanjikan keuntungan yang pasti maka itu patut dipertanyakan niatnya".

" OK. gimana dengan asuransinya ?

" Kalau asuransi jelas aman. Kamu pasti mendapatkan proteksi sesuai yang di janjikan. "

"Mengapa ?

" Karena dari uang yang kamu tanam pada unit link itu akan diambil terlebih dahulu untuk biaya asuransi ( cost of insurance ), biaya polis, biaya akuisisi : biaya yang berkaitan dengan pelayanan selama kamu masih aktif, komisi agent termasuk bonus bagi agent yang berprestasi, biaya medical check up, biaya pembatalan polisi dan lain lain."

" Terus.."

" Ada lagi biaya yang harus dibayar yaitu biaya investasi, seperti biaya switchin -biaya untuk perpindahan dana kelolaan- biaya pengelolaan, dan biaya top-up atau dana tambahan untuk investasi."

" Semua itu diambil dari dana yang kita keluarkan untuk unit link?

" Ya benar. "

" Jadi cukup besar ya pak biayanya"

" Tentu besar biayanya karena unit link memang mata rantainya panjang. Kamu harus melewati agent, perusahaan asuransi dan kemudian barulah manager investasi. Kalau investasi itu menghasilkan yield yang lebih besar dari biaya asuransi maka kamu dibebaskan membayar biaya biaya itu, bahkan kamu akan dapat yield. Tapi kalau investasi tidak berhasil maka uang yang kamu tanam akan berkurang, bahkan bisa hilang."

" Jadi gimana pak ?

" Kembali kepada motive kamu sebenarnya. Kalau kamu mau berinvestasi maka pilihlah perusahaan investasi yang punya izin sebagai manager investasi dari OJK , yang mudah, murah cost of fund nya.

Mereka menawarkan produk investasi seperti reksadana. Tapi kalau motive kamu untuk asuransi maka belilah produk asuransi yang langsung memberikan pelayanan sesuai kebutuhan kamu dan punya reputasi tinggi."

"Kalau saya ingin dua duanya, asuransi dan juga investasi?

" Kamu bisa tanamkan uangmu di reksadana pada manager investasi ( Perusahaan sekuritas atau Asset Management). Pelajari dengan baik reputasi perusahaan tersebut, resiko, portfolio, biaya jasa pengelolaan dan sebagainya agar meyakinkan kamu akan mendapatkan yield menarik.

Kelak bila kamu dapat yield maka dapat kamu gunakan untuk membayar premi asuransi. Jadi kamu sebagai fund manager atas uang kamu sendiri dan mendapat produk investasi dan asuransi yang terencana dengan baik.

Namun apabila kamu ingin gampang, kamu bisa beli unit link ( asuransi + Investasi.). Tapi harus Ingat bahwa unit link itu dari sisi investasi bukanlah tabungan seperti layaknya tabungan bank yang dijamin resikonya oleh LPS tapi ini benar benar investasi yang bisa untung tapi bisa juga buntung."

" Tapi ada unit link yang ditawarkan melalui MLM?

" Itu hanya metode menjual atau seni marketing untuk menarik sebanyak mungkin konsumen. Semua ada hitungannya.Namun yang pasti untung adalah agent dan perusahaan asuransi.

Kamu berdoa aja semoga juga untung. Tapi setidaknya kamu dapat asuransi, ya kan. "


Kaya dengan cara Smart ? COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Pengantar 

Zaman dahulu kala ketika uang belum dkenal, orang hanya mempunyai akses kepada barang bila dia punya barang. Tapi ketika uang diperkenalkan orang mempunyai akses kepada barang bila dia punya uang. Tapi di zaman sekarang, di era cyber orang bisa membeli barang tanpa perlu punya uang , cukup akses keuangan maka dia lebih kaya daripada orang punya uang. 

Mungkin kedengarannya agak aneh. Tapi tahukah anda uang dalam pengertian ekonomi bukan hanya yang berupa lembaran kertas/koin di dompet. Ia juga ada dalam bentuk lain berupa cek (M1), berupa tabungan/ deposit/money market (M2) dan banking product lainnya (M3).

Dalam perkembangan berikutnya, uang yang di initialkan dalam M itu akibat produk derivatif keuangan tidak hanya sebatas M3 tapi sudah berkreasi sampai M12. Dan akhirnya kita tahu bahwa uang ternyata adalah lembaran komitmen dari sebuah konsesus tentang nilai. Ia bukan lagi sebagai alat tukar tradisional tapi lebih dari itu adalah konspirasi nilai.

***

Baiklah. Seandainya anda bermimpi ingin menjadi pengusaha besar namun anda tidak punya uang.

Bagaimana caranya. Sistem kapitalis punya cara yang sangat mudah. Katakanlah bahwa anda berniat membeli perusahaan raksasa yang sedang senen kemis karena dililit hutang. Namun secara business perusahaan itu masih bagus masa depannya. Hanya salah urus cash flow makanya dia oleng.

Untuk itu anda tidak perlu harus menunggu menjadi seperti Rockefeller atau Bill Gate atau Warren Buffet untuk membeli perusahaan itu.

Bagaimana mendapatkan uang ? 

Anda harus mendatangi Pemilik Dana yang umumnya diwakili oleh Fund Manager. Pemilik dana ini bisa saja dia adalah Lembaga ( dana pensiun, Asuransi , private equity) atau pribadi. Ketika anda bertemu dengan pemilik dana maka yang pertama ditanyanya adalah Jaminan.

Mereka tidak peduli dengan business plan anda. Tidak peduli dengan mimpi anda. Selagi ada memastikan ada jaminan maka mereka akan pertimbangkan. Jaminan itu bukanlah rumah atau tanah tapi berupa financial guarantee. Artinya kapanpun bisa dicairkan tanpa harus ke pengadilan.

Katakanlah ada orang Arab yang mau memberikan dana. Lantas bagaimana anda memindahkan dana Arab itu ke tangan anda ? Jaminan saja tidak ada. Kecuali mimpi.

Caranya ?

Diawali membentuk QSPE ( Qualified Special Propose Entities ) atau perusahaan khusus yang terkualifikasi untuk tujuan tertentu. Perusahaan ini bukan perusahaan seperti pada umumnya. Ia hanya nama yang terdaftar dinegara yang bebas pajak dan bebas aturan.

Seperti Grand Cayman Island, British Virgin Island dll. QSPE menebitkan Bond yang di endorsed oleh Fund Manager berating AAA ( misal Goldman Sach, JP Morgan, Credit Suisse, Morgan Stanley dll).

Selanjutnya QSPE ini akan bertindak sebagi investor kepada anda melalui transaksi SWAP dengan pihak bank. Ingat , Fund Manager itu adalah bagian dari konspirasi dalam proses transaksi ini bersama anda.

Melalui Consultant Financial Engineering, tidak sulit untuk menemukan fund manager yang bisa dilibatkan dalam konspirasi ini.

Kita akan bertanya siapa yang mau beli Bond dari perusahaan antah berantah itu ?

Apalagi diterbitkan pada suatu negara yang tak jelas aturanya.

Disamping itu Bond ini tidak didaftarkan pada Bursa Terbuka. Dia ditempatkan pada pasar tertutup berskala global dan hanya diperuntukan bagi kalangan yang dikatagorikan qualified.

Apakah ada pasar dengan sistem ini ? Ada, Itu diatur dalam 144 A Sec.

Siapa pembeli Bond ini ? 

Ya orang Arab kaya itu. Tapi Bond itu harus di-legitimate sebagai instrument bank. Tanpa itu si Arab kaya tak mau lepaskan uangnnya. Untuk jadi instrument bank maka ia harus mengikuti ketentuan dari Bank International for Settlement dan Financial Accounting Standard Board .

Monday, 5 June 2017

Uang hanya Alat COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Waktu di Swiss, saya selalu menggunakan waktu libur saya ke Rotterdam. Entah mengapa saya suka tinggal di Rotterdam. Ini kota kecil namun udaranya bersih sekali.Karena sebagian besar orang menggunakan sepeda sebagai alat transfortasi. Angkutan umum juga tersedia berupa kereta listrik yang membelah kota. Masyarakatnya sangat ramah dan tidak nampak terburu buru seperti Hong kong dan China.

Di kota ini saya berkenalan dengan pria tua yang menghabiskan usia pensiunnya sebagai banker di Utrecht.

Pria tua itu bernama Daniel. Dia yahudi tulen. Orangnya ramah. Daniel di masa tuanya tinggal sendirian karena anaknya tinggal di Amerika sebagai banker. Ia hidup senang walau hartanya banyak namun dia tidak beli kapal pesiar atau rumah berkamar puluhan. Apartemennya di Utrecht hanya berukuran 45 meter. Jadi hidupnya sangat efisien.

" Saya mampu beli rumah mewah atau mobil mewah tapi itu memakan ongkos mahal.

Hasilnya apa ? hanya di pandang dan di banggakan. Useless. 

Lebih baik beli apartemen yang kecil dengan ongkos murah. 

Kalau ingin sekali kali merasakan tinggal di Istana kamu bisa di tinggal di hotel berkelas diamond lengkap dengan layanan limo. 

Kalau ingin melihat dunia lain, kami bisa liburan dengan pesawat layanan first class tanpa perlu beli private jet. "

Lantas untuk apa uang banyak ? Jangan di tabung di bank. Itu cara idiot.

Di Balik Kasus Century COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Anda tahu ,kata teman saya, mengenai kasus Century? 

Ini juga cara smart mencuri dari dalam. Yang dicuri bukanlah bank Century tapi LPS (lembaga Penjamin Simpanan). Bank Century hanyalah underlying untuk melegitimasi penarikan dana dari LPS. Kehebatan pemain dibalik kasus ini adalah bagaimana mereka mampu menggiring orang terhebat seperti Boediono, Sri Mulyani (SMI) dan SBY untuk begitu saja mengakui bahwa Bank Century harus di bailout karena alasan kawatir berdampak sistemik.

Bagi SMI , Boediono dan SBY, masalah Century bukanlah masalah besar. Mereka hanya focus terhadap masalah besar yang dihembuskan akibat dari kalah clearingnya Bank century akan berdampak sistemik.

Maklum ketika itu CDS kita sudah di luar batas rasional pasar dalam kondisi rupiah terancam terjun bebas.
Apalagi ketika itu anggaran yang diajukan untuk membail out hanyalah sebesar Rp.632 miliar. Jumlah ini tidak ada artinya untuk kepentingan nasional.

Para pemain dibalik kasus ini hanya membutuhkan legitimasi bailout. Soal berapa jumlahnya, ini bukan wilayah pemerintah untuk menentukan. Ini wilayah LPS. Ini hubungan business antara LPS dan Perbankan dalam sistem yang diatur dalam UU.

Dan berapapun dana yang dikeluarkan oleh LPS itu maka itu bukanlah kerugian negara. Ini dana milik publik yang dipungut lewat premi resiko tabungan /deposito. Jadi, tidak ada ruang sebagai kasus tindak korupsi ,walau senyatanya dana yang dikeluarkan oleh LPS sebesar Rp.6,76 triliun.

Proses dana bailout Rp. 6,7 triliun untuk century terlaksana sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak ada kerugian negara.

Masalahnya mengapa sampai dibawa keranah hukum? 

Ya, bagaimanapun skema ini harus ada yang dkorbankan. Pejabat BI memang bersalah karena membuat aturan diluar ketentuan Dewan Gubernur namun sebetulnya mereka tidak berniat buruk ketika itu. Mereka lakukan itu karena dedikasi pada pekerjaan dan tanggung jawabnya menjaga aspek teknis stabilitas moneter.

Yang seharusnya dicari tahu adalah siapa dibalik ini semua yang mengatur sehingga pejabat BI terjebak sampai menggiring para boss nya mengeluakan kebijakan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek kepada bank Century yang akhirnya menjadi trigger keluarnya kebjakan bailout sebesar Rp.6,7 triliun.

Sunday, 4 June 2017

Kerjasama Turki dan China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Menurut mitra saya di Ankara sekarang keadaan ekonomi Turkey melesu. Fundamental ekonomi retak. Ini ditandai oleh meningkatnya risiko perbankan, rasio loan to deposit tinggi dan meningkatnya Non performing loan, CAR yang semakin tergerus. Akibatnya banyak Bank di Turki menghentikan ekspansi kredit. Dunia usaha stuck.

Meminta bantuan kepada Amerika dan Eropa adalah tidak mungkin. Karena kedua Negara ini sedang dilanda krisis financial. Investor asing private enggan masuk karena resiko konflik di Suriah dan irak mengancam territory Turkey. Berkali kali Rudal mengenai wilayah Turkey. Turkey memang menghadapi masalah serius.

Agar proses pembangunan bergerak maka Turkey harus menarik hati China untuk masuk ke Turkey. Upaya ini sudah di lakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun tidak mudah terutama dengan maraknya demonstrasi anti-Cina di Turki.

Di tambah lagi keputusan Ankara untuk membatalkan kesepakatan sistem pertahanan rudal yang awalnya diberikan kepada sebuah perusahaan Cina. Yang di susul keputusan Beijing untuk memperketat persyaratan visa bagi pemegang paspor Turki. Walau begitu China tahun lalu sempat memberikan pinjaman sebesar Eruo 1,8 miliar atau Rp. 25 triliun dalam bentuk kredit ekspor.