Facebook

Wednesday, 8 November 2017

Angel Investor dan Venture Capitalis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Apa itu angel investor ? dan apa pula itu venture capitalist? 

Kalau saya analogikan angel investor itu adalah merek kendaraan dan venture capitalist adalah kendaraan itu sendiri.

Atau lebih tepatnya lagi angel investor itu adalah jenis bisnis yang menerapkan prinsip venture capitalist. 

Mengapa disebut angel ? 

karena dia dianggap sebagai malaikat penolong.

Bayangkan, anda hanya punya ide business berkaitan dengan tekhnologi tapi anda tidak tahu bagaimana memasarkannya, Tidak paham bagaimana mengelolanya. Tidak pula mengerti bagaimana mendapatkan uang untuk modal. Tidak mudeng bagaimana memproduksinya,

Singkatnya anda hanya punya obsesi dan idea yang sudah bisa anda buktikan buah karya anda.

Nah kalau anda datang ke bank pasti disuruh cuci muka. Kalau datang ke investor disuruh tidur untuk sudahi mimpinya.

Tapi jangan bersedih. Masih ada orang yang mau mendukung anda. 

Siapa dia ? Dia adalah Angel Investor. 

Paradise Papers COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Kalau anda mau menyimpan harta agar aman selama 6 abad maka tidak ada tempat teraman didunia kecuali di wilayah trustee atau biasa disebut dengan negara tax haven.

Dimana negara itu ? 

Negara itu hanya sebuah pulau kecil atau teritory kecil dengan komunitas juga kecil.

Ia seperti negara dalam negara. Saat sekarang negara negara dimaksud adalah Jersey, Delaware, Puerto Rico di Amerika, Isle of Man di UK, Ada juga di wilayah british teritory seperti Bermuda, British Virgn Islands dan Caymand Island. 

Sekarang pertanyaannya adalah mengapa sampai ada negara yang tidak menganut hukum international itu ? 

Sejarah wilayah trustee ini jauh lebih tua dari peradaban sekarang.

Wilayah trustee itu sebetulnya berdiri karena Hukum Gereja , yang disebut Trusee Act. 

PBB mengakui bahwa hukum lebih tua tidak bisa dihapus oleh hukum baru kecuali dihapus oleh pemilik hukum itu sendiri.

Dan hukum gereja adalah hukum tertua dari hukum modern.

Mengapa hukum Trustee itu dibuat oleh Gereja? 

Gini ceritanya. Dulu waktu perang salip banyak para kesatria Eropa berperang ke Timur Tengah meninggalkan istri dan selir serta harta.

Namun setelah mereka kembali dari perang, semua harta dan istrinya telah di jarah orang lain.

Maklum mereka pergi berperang bukan dekat tapi jauh yang butuh tahunan berkelana.

Jadi wajar setelah kembali semua yang di tinggalkan diambil orang.

Tuesday, 7 November 2017

UANG DAN POLITIK COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Jargon idiologi atau agama yang membungkus dirinya dalam retorika politik atau gerakan ormas hanyalah terompet dari kekuatan uang.

Sistem demokrasi atau totaliter sama saja. Itu hanya model atau cover saja.

Penguasa sebenarnya adalah uang. Nah kalau bicara uang maka jangan beranggapan bahwa uang itu seperti yang ada di ATM anda.

Tapi uang yang dimaksud adalah berhubungan dengan resource ( sumber daya ).

Uang di created oleh negara. Negara meng create uang berdasarkan Regulasi. 

Regulasi yang buat adalah DPR. 

DPR membuat regulasi itu tidak bisa dipisahkan dari Loby Pengusaha.

Di balik Pengusaha itu ada bisnis.

Di balik Bisnis ada uang.

Dan dibalik uang ada pemain Hedge Fund. 

Jadi real power adalah pemain Hedge Fund.

Apa itu Hedge Fund? COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Kalau anda membutuhkan dana untuk proyek biasanya anda akan berusaha mendapatkan pinjaman dari Bank.

Kalau Bank tutup pintu maka anda akan menghubungi Investor.

Bila investor tutup pintu maka mimpi anda tamatlah. Proposal masuk keranjang sampah walau idealisme nya tinggi sekali. Itu dalam dunia konvensional yang terjadi bagi 90% penduduk planet bumi ini dalam sistem kapitalis.

Tapi ada sebagian pengusaha yang tidak tergantung kepada dana konvensional.

Mereka punya Financial Resource yang tak terbatas namun dana itu tidak nampak dipermukaan dan tidak bisa diakses oleh publik. Itu hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas saja.

Mau tahu gimana analoginya ?

Ada proyek yang terancam ditutup karena regulasi dari Penguasa yang tak ingin rakyat dirugikan.

Proyek ini tadinya mendapatkan izin dari penguasa sebelumnya.

Aturan yang akan diterapkan oleh Penguasa baru itu merugikan Pengusaha. 

Tapi pemain Hedge Fund melihat business ini sangat menguntungkan karena menyangkut pasar publik yang terpenetrasi.

Pengusaha yang terancam usahanya akan ditutup itu mendatangi pemain Hedge Fund.

Mengapa ? 

Karena ketika usahanya terancam ditutup, tidak ada lagi solusi. Semua sumber dana tertutup. Satu satunya yang berani memberikan solusi adalah pemain Hedge Fund.

Pertanyaanya mengapa pemain Hedge Fund berani menjadi penyelamat untuk akuisis perusahaan yang terancam ditutup itu ?

Monday, 6 November 2017

Kereta Cepat, Porsi Saham Indonesia Minoritas ? COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Saat sekarang pembangunan Kereta Cepat jakarta bandung sedang berlangsung.

Tahap awal pekerjaan menyelesaikan 20 tunnel dibawah tanah sepanjang 20 KM.

Ini pekerjaan paling rumit. Setelah itu baru memasuki tahap elevated yang tidak kurang rumit dan terakhir tahap pembangunan jalan diatas tanah.

Kecepatan proses pembangunan ini tak lepas dari semangat dan dukungan Gubernur Jawa Barat menuntaskan semua perizinan yang diperlukan dan pembebasan lahan.

Jadi kita harus akui bahwa tanpa peran Gubernur Jawa barat yang dari PKS, mungkin proyek ini tidak akan selesai sesuai jadwal. 

Apalagi masalah tanah sangat sulit dan Amdal sangat ketat sekali.

Tapi Aher selalu digaris depan mendorong aparat pemda disemua wilayah yang kena TOD untuk memberikan dukungan.

Di perkirakan proyek ini akan selesai 2020 dan tahap kontruksi selesai 2019. 

Mengapa akhirnya BUMN hanya sisa 10% saham dan selebihnya dikuasai China 90% ? 

Padahal awalnya pemerintah berjuang agar BUMN menguasai 60% saham dan akhirnya tercapai dalan Perjanjian kersama antara 6 BUMN dan Pihak China.

Pendirian perusahaan konsorsium pun sudah dilakukan dengan komposisi saham 60% BUMN Indonesia dan 40% China.

Skema pembiayaan proyek ini 30% modal sendiri berasal dari konsorsium dan 70% berasal dari pinjaman China Development Bank.

Perhatikan, walau china membawa uang sebesar 70% tanpa ada jaminan dari pemerintah namun mereka tidak keberatan minoritas dalam konsorsium.

Namun kesepakatan ini tidak berjalan mulus. Karena DPR menolak penyediaan dana PMN kepada BUMN untuk setoran modal. Akibatnya proyek ini stuck selama setahun.

Jokowi tidak ingin proyek ini terjebak dalam permainan politik Senayan.

Karena DPR melarang dana PMN dipakai untuk setoran modal maka Jokowi meminta kepada BUMN menyediakan sendiri dana untuk setoran modal.

Karena semua BUMN dalam kondisi tight secara financial maka satu satunya cara agar proyek tetap jalan adalah melepas hak opsi saham sebesar 50% kepada China dan menyisakan saham 10%.

Friday, 3 November 2017

SWASTANISASI AIR JAKARTA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



( EDISI KONSPIRASI BISNIS ANTARA PENGUSAHA DAN PENGUASA)

Suatu hari di tahun 2015, tim advokat dari Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) mendatangi Ahok.

Mereka protes karena swastanisasi Air dimana PT PAM Lyonnaise dan PT Aetra Air Jakarta sebagai pengeloa. Bukan hanya protes tapi mereka juga menggugat nya di Era Gubernur Foke.

Dan di Era Ahok mereka inginkan sikap dari Ahok.

Dengan tegas Ahok berkata “ Saya sudah pakai meterai. Surat saya sudah 'lebih hidup' itu. Saya mau pecat semua orang PAM. Mereka main politik. Saya itu bencinya setengah mati kepada PAM. Menurut saya, orang bajingan semua," kata Ahok dengan nada suara tinggi.

Lebih jauh lagi Ahok bertekad untuk mengambil alih PAM dari PT PAM Lyonnaise dan PT Aetra Air Jakarta melalui Buy Back Saham. 

Tapi kandas di DPRD karena DPRD tidak setuju alokasi anggaran untuk Buy Back. 

Solusi dari pengadilan adalah penyelesaian damai di luar pengadilan.

Teknis Akuisisi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Saya engga tahu mengapa saya harus posting tulisan ini.

Tapi sebagai pembelajaran tidak mengapa. Mungkin banyak anggota DDB bertanya kepada saya, mengapa saya memahami banyak hal terutama berkaitan dengan MIGAS, Freeport, Reklamasi , lain lain termasuk Ekonomi makro dan hukum.

Sebetulnya dengan jujur saya bukan ahli soal itu semua. Latar belakang pendidikan saya tidak memenuhi syarat untuk bicara hal yang rumit itu.

Tapi karena kebetulan sekali apabila ada tawaran atau peluang bisnis untuk ambil bagian dalam bisnis akusisi maka sudah menjadi kebiasaan saya untuk memahami segala hal tentang bisnis yang akan saya akuisisi itu.

Hal yang menjadi perhatian saya adalah mengenai aspek Legal. Ini harus saya pahami.

Disamping masukan dari ahli hukum, saya juga melakukan desk riset sendiri tentang aspek legal ini.

Kajian aspek legal ini bukan hanya soal izin tapi juga aspek politik jangka pendek dan panjang terhadap kebijakan proyek tersebut.

Apa yang terjadi? 

Secara praktis saya dipaksa memahami aspek legal. Bahkan pemahaman saya harus lebih baik dari orang lain atau team management saya. Karena resiko mengambil keputusan ada pada saya.