Facebook

Saturday, 17 February 2018

KUIZ Hedge Fund COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Ada perusahaan dilanda krisis likuiditas karena hutangnya mendekati 90% dari hartanya.

Kalau dia jual harta itu dengan cepat untuk bayar utang maka harga akan jatuh 30%.

Kreditur tidak mau utangnya dipotong terlalu besar.

Kemudian, anda dalam posisi sebagai business taker.

Anda mengetahui potensi business itu bagus.

Data sebagai berikut :

  • Prospect business Growth 14 % setahun.
  • Sumber daya bahan baku melimpah.
  • Market share masih 10%. Artinya bisa ditingkatkan diatas 30%

Pertanyaannya adalah

Friday, 16 February 2018

Hedge Fund Zaman BJ Habibie COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Financial Engineering, menyelamatkan negara.

( Contoh kasus Hedge fund )

Ditengah situasi tidak menentu akibat krisis moneter paska kejatuhan Soeharto.

Janji IMF akan bantu bailout perbankan, dari hari ke hari, bulan ke bulan tak juga ada realisasi.

Sehabis rapat terbatas Kabinet bidang Ekuin, presiden, di teras Istana berkata kepada Menkeu. “Saya butuh 10 orang team, langsung dibawah saya.”.

Seminggu kemudian di ruang kerja Presiden telah hadir 10 orang anak muda yang diantar oleh Menkeu.

Presiden memberikan briefing singkat tentang kondisi terkini Indonesia. “ Saya punya kantong empat. Kata Presiden memperlihat saku jas nya. Di kantong kiri kanan engga ada uang. Tugas kalian pastikan kantong ini berisi.”.

Thursday, 15 February 2018

Kasus Hedge Fund PT. Kiani Lestari COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Kalau kita bicara PT. Kiani Kertas maka nama nama Bob Hasan, Luhut Binsar Panjaitan, Prabowo Subianto, terakhir tentunya rezim Soeharto, tidak dapat dipisahkan.

Mengapa ini harus saya tulis? 

Karena ini satu contoh bagaimana keserakahan itu tidak pernah habis habisnya menciptakan masalah dan itu dilakukan oleh mereka yang terpelajar dan dekat dengan kekuasaan. 

Kiani Kertas (KK) adalah perusahaan yang memproduksi bubur kertas, kertas dan papan serat berkepadatan menengah (Medium Density Fiberboard/MDF).

Pabrik ini berlokasi di Kalimantan.

PT. Kiani Kertas ( KK) didirikan sebagai bagian dari strategy pak Harto untuk meningkatkan nilai tambah hasil hutan. Agar tidak lagi diekspor mentah tapi diolah menjadi produk jadi yang bernilai tinggi.

Keputusan pembangunan pabrik dimulai tahun 1990, namun mulai dibangun tahun 1994.

Untuk meningkatkan produksi bubur kertas dibutuhkan mesin-mesin baru.

Untuk itu P.T. Kiani Kertas membutuhkan USD 930 juta atau atau kalau dikurs sekarang nilainya Rp 14 triliun.

Proxy COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Apakah Proxy? 

Proxy adalah seseorang yang diberi kepercayaan untuk memiliki suatu harta untuk dan atas nama pemilik yang sebenarnya. Proxy pada prinsipnya bisa juga bertindak sebagai wali amanat, wakil dari ahli waris, wakil dari pemilik yang intinya dia hanya bertugas sebagai nama pemilik suatu asset tapi bukan pemilik yang sebenarnya. 

Walau asal muasal Proxy itu dari hukum inggeris namun dalam prakteknya dapat diterapakan diseluruh dunia melalui skema transaksi yang saling terhubung untuk kepentingan pemilik sebenarnya.

Untuk jadi proxy engga gampang. Anda harus benar benar teruji dengan waktu sebagai orang yang dipercaya dan loyal kepada pemilik sebenarnya.

Wednesday, 14 February 2018

Mirror Asset Century Gate Hedge Fund COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Mirror Asset 

Mirror itu artinya cermin. Bila anda berdiri didepan cermin maka wajah dan tampilan anda akan persis sama dengan yang ada cirmin itu.

Dalam teknology photo digital cermin itu dapat dipantulkan oleh cahaya ketempat lain, yang tak ada bedanya dengan tamplilan anda didepan cermin. Begitu hebatnya perkembangan tekhnology. Dalam dunia keuangan ada istilah yang dikenal terbatas oleh kalangan fund manager, yaitu mirror asset. 

Mengapa terbatas? 

Karena transaksi ini sebetulnya penuh rekayasa dan dipergunakan untuk tujuan yang sophisticated. 

Tak ada bedanya dengan transaksi Hedge Fund.

Tapi namanya Hedger sebaik apapun dia, keadaan akan cepat merubahnya menjadi spekulan bila keadaan pasar memungkinkan. Begitupula dengan Mirror asset.

Mirror asset itu adalah tools dalam Financial Engineering.

Dia dipergunakan sebagai Credit Enhancement.

Dari namanya tahulah kita bahwa enhancement itu berarti pembesaran /peningkatan.

Seperti balon yang ciut, kemudian ditiup menjadi besar dan ringan untuk dibawa terbang kemanapun.

Anda punya kemampuan untuk melaksanakan business tapi terbatas kemampuan financial.

Tak ada bank yang mau kasih pinjam untuk mimpi anda tanpa ada jaminan yang cukup.

Setidaknya anda harus punya tract record yang qualified serta asset sebagai jaminan.

Tuesday, 6 February 2018

Honggo Wendratno COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Minggu lalu ada berita besar tentang Honggo Wendratno (HW) yang hilang begitu saja.

Padahal tadinya dia aman saja di Singapore walau kasus dia termasuk mega skandal di era SBY, Gus Dur, Megawati , kemudian SBY. Ya sebabnya karena tidak ada perintah pengadilan memastikan dia tersangka.

Saya ingin jelaskan kepada anda agar bisa objektif atas berita yang beredar.

Hashim Djojohadikusumo, adik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto
Hashim Djojohadikusumo, adik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto

Setidaknya tidak menjadikan PS sebagai sasaran fitnah. Bagaimanapun soal bisnis. Prabowo bukan tipe pebisnis yang menguasai permainan canggih merampok negara.

Dalam hal bisnis PS termasuk orang yang lugu. Nah siapa yang bermain itu?

Kasus seputar HW berkaitan dengan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Ceritanya begini. TPPI didirikan tahun 1995 Hashim Djojohadikusumo, bersama dengan Njoo Kok Kiong alias Al Njoo dan Honggo Wendratno, dengan komposisi saham: Hashim Djojohadikusumo dengan saham 50% di TPPI, sisanya dimiliki oleh Al Njoo dan Honggo. 

TPPI ini mendirikan proyek pusat petrokimia yang dananya dari bank milik Hashim sendiri. Ketika terjadi kasus KLBI , Bank Hashim termasuk yang ditutup, dan Hashim harus bertanggung jawab.

Tahun 1998 Hashim menyerahkan seluruh saham milik di TPPI kepada BPPN.




Kemudian Pemerintah membentuk Tuban Petro sebagai holding untuk membawahi 3 perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, yang salah satunya TPPI. Struktur saham TPPI menjadi Turban Petro (59%), Pertamina (15%) dan sisanya oleh kreditur asing.

Di Tuban Petro Holding ada saham pemerintah sebesar 70% dan sisanya perwakilan pemilik lama, Honggo Wendratno. Tetapi hebatnya Hashim tidak begitu ikhlas assetnya diambil pemerintah.

Makanya HW yang merupakan orang kepercayaannya di tempatkan di TPPI dengan menguasai sebagian kecil saham.Uang pembelian saham itu berasal dari utang kepada Bank Century yang akhirnya macet.

Hashim bertekad untuk membeli balik asset tersebut melalui BPPN, tapi pemerintah tak bersedia bernegoisasi dengan dirinya. Karena secara formal pemilik lama dilarang melakukan pembelian ulang. 

Tetapi HW yang telah ada didalam PT Tuban bersama pemerintah selalu menghambat setiap upaya konversi saham Tuban Petro atas TPPI. Karena HW berjanji akan melunasi hutang TPPI Rp 17,8 triliun termasuk Rp 6,6 triliun utang kepada Pertamina, Rp 1,54 triliun kepada Perusahan Pengelola Aset qq Menteri Keuangan, dan Rp 1, 35 triliun kepada BP Migas. Sehingga proses pengambil alihan TPPI tidak pernah settle.

Di era SBY, karena posisi HW ada di dalam Tuban holding yang bermitra dengan pemerintah, dengan mudah dia mendapatkan kontrak Tahun 2009, SKK Migas melakukan proses penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Ini jelas melanggar procedure. 

Karena tidak melalui ketentuan yakni Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP0000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah atau Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BP00000/2003-SO tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah atau Kondensat Bagian Negara.

Sebetulnya kontrak ini untuk kerjasama memproduksi memproduksi bahan bakar untuk dijual kepada Pertamina, tetapi PT TPPI mengolah menjadi LPG. Hasil penjualan tidak pernah disetor ke kas negara, tetapi dianggap sebagai pelunasan hutang TPPI kepada Pertamina dengan harga mark up. 

Hebat ya. Negara punya tagihan dibayar pakai barangnya sendiri dengan harga mark up. Selama 10 tahun, Pertamina sudah merugi 22 triliun. Itu karena kedekatan HW dengan Hatta Rajasa dan Murez, yang menempatkan Amir Sambodo, sebagai Direktur Tuban Holding.



Saya mengenal HW tahun 90an. Kami satu usia. Orangnya baik dan dia tidak ahli soal pat -gulipat. Apalagi sampai mampu merekayasa utang dan ngemplang. Dia bukan tipe orang seperti itu. Yang jelas hutangnya di Bank Century tidak tersentuh hukum.

Kasus seputar TPPI hanya dikenakan pasal 3 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, yang sulit dibuktikan karena kita belum punya UU pembuktian terbalik. Bertahun tahun dia aman saja tinggal di Singapore. Karena saya ketemu dia di Singapore, Gaya hidupnya sederhana. Engga keliatan dia sebagai buronan puluhan triliun.

Kasus ini mencuat kembali tahun 2015 di era Jokowi tetapi hilang begitu saja prosesnya.

Nah sekarang HW kabur tanpa diketahui dimana dia berada. Tahun ini tahun politik, yang tahu pasti kasus ini bukanlah HW. Tetapi the man behind the gun.

Mungkinkah ? Kita lihat sikap Jokowi dalam memimpin pemberantasan Korupsi di negeri ini?

Semoga tidak seperti sebelumnya di era Gus Dur, Megawati , SBY.

Berat sekali beban Jokowi demi tegaknya keadilan..
Semoga bisa di pahami.

Q & A

Erizeli Jely Bandaro Bego mereka. Justru itu membuka borok keluarga PS. Kasusnya di era SBY dan lagi mengapa HW tidak bisa ditangkap karena tidak pernah ada perintah pengadilan. . Justru Jokowi tahun 2015 Jokowi , KPK mulai memproses lagi.

Tetapi banyak sekali hambatannya karena DPR masih dikuasai KMP.. Saya yakin HW menghilang itu ada kaitannya dengan ditangkap nya SN..yang mungkin nyanyi ..SN tahu persis kasus ini. Maklum SN teman dengan MRC.

Monday, 5 February 2018

Visi Jokowi Terhadap Investor COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Kemarin saya rapat bisnis dengan group investor dari Arab, Malaysia dan UK.

Ada yang menarik penilaian mereka terhadap Jokowi. “ visi presiden anda diluar jangkauan orang biasa. Tetapi mudah dipahami. Cara dia bersikap juga sangat taktis “

Ketika bicara rencana investasi, dengan tenang presiden anda jawab “ Saya tidak peduli darimana saja investor itu. Swasta nasional atau BUMN silahkan. Bahkan mau China atau Arab, Europa, Jepang, AS, saya akan dukung. Yang penting bawa uang. Jangan libatkan APBN. Apapun anda mau, kami ada. Saya jamin izin sesuai UU akan segera di keluarkan. Kalau terlambat atau ada keluhan , telpon saya. Kami tidak ada urusan dengan politik atau koneksi untuk dapat keistimewan pelayanan. Siapapun yang bawa uang, kami akan layani. secara adil”. 

Jadi benar di era Jokowi, Calo proyek karena akses politik, tinggal masa lalu..