Facebook

Friday, 19 January 2018

Minyak Atsiri dari Gagang Cengkeh

Bisnis cengkeh.

Seorang teman di kota Kudus saya tanya :"Apakah ada fabrik rokok di Kudus menjual gagang cengkeh ?."

Jawabannya malah lain :

"Berapa banyak pak keperluannya, saya akan cari ke bukit Menoreh", katanya.

Walaupun jawabannya tidak nyambung, tetapi tidak masalah dari manapun asal gagang cengkeh itu.

Karena cengkeh itu merupakan produk yang sangat berharga.



Tidak hanya bijinya yang menjadi bahan untuk rokok kretek. Gagang-nya dan daun-nya juga masih mengandung minyak. Harga dan rendemennya berbeda beda.

Harga biji cengkeh terlalu mahal untuk diolah menjadi minyak, harganya sekitar Rp 100.000 per kg kering. Harga basah sekitar Rp 30.000 - Rp 35.000 per kg.

Yang paling cocok itu gagang-nya. Dibeberapa daerah gagang ini dibuang jadi sampah di fabrik rokok kretek besar atau dipakai.menjadi bahan untuk fabrik rokok kecil.

Biasanya pengepul membeli dari petani sekitar Rp 2.000 - Rp 2.500 per kg.

Oleh fabrik diolah menjadi minyak dan diekspor dengan harga lumayan.

Herannya (kalau tidak salah) di Manado, belum ada exporir minyak cengkeh ini harus jual ke eksportir di Jakarta.

Di pulau Jawa juga banyak daerah penghasil cengkeh dan banyak juga penyulingan minyak.

Itu saja, gagangnya jangan sampai dijual ke fabrik rokok, karena akan dibuang. Dikumpulkan saja, bisa menghasilkan.

Tapi tidak semua gagang cengkeh itu laku. Kalau sudah hitam, tidak ada minyak-nya lagi.

Rendemen minyak yang dihasilkan dari gagang masih cukup sekitar 5%.

Sedang dari biji cengkeh itu sendiri bisa sekitar 16 - 20%, untuk kadar air maximum 14%.

Bahkan dari daun yang baik (kering mata hari) masih saja masih bisa diperoleh rendemen 3,6%.

Lumayan...

Bisnis cengkeh kelihatan masih cukup ada peluang apabila bisa mengolahnya menjadi minyak dengan proses penyulingan sederhana, peluang ekspor cukup menjanjikan.

Q&A

Pinondang Situmeang Ini wa saya 087876768165

Pinondang Situmeang Kalau bisa langsung kontrak dng fabrik ga apa apa pak. Harga berubah sesuai musim saja.


Friday, 22 December 2017

Studi Kasus COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Ada Holding company yang membawahi 6 perusahaan dan 36 penguasaan saham Proyek.

Perusahan ini punya hutang di bank, katakanlah 50% dari total asset ( book value ).

Jadi engga mungkin lagi layak dapat pinjaman dari bank. Perusahaan bergerak dibidang Property dan industri material building.

Pemegang saham mayoritas mau melepas sahamnya secara tertutup.

Catatan tambahan atas Perusahan itu adalah posisi credit udah call 4. Artinya udah engga bisa lagi bayar bunga dan cicilan. Jumlah karyawan tetap dan honorer mencapai 3000 orang.

Nah pertanyaannya adalah bagaimana meng akuisisinya tanpa keluar uang. Hanya memanfaatkan skema pembiayaan ? Jawaban sederhana aja.

Nanti biar babo jelaskan detailnya. Yang bisa jawab, babo akan hadiahi buku priciple of financial engineering.


Pengalaman di Tahan Barang oleh Bea Cukai oleh Terry Susanto



Kepada yang terhormat Ibu Sri Mulyani.

Saya mau protest soal peraturan ibu di bea cukai, yang mengakibatkan koper saya ditahan belanja.
Jadi pada saat akhir September 2017, saya pulang dari Jepang. Saya disana beli action figure untuk koleksi saya pribadi.




Saya membawa mainan ini 2 koper dan total belanja saya sekitar 12 juta rupiah. Waktu sebelum pergi saya sudah tau FOB yang kena bebas pajak adalah 250 USD, dan max belanja adalah 1500 USD.

Tuesday, 12 December 2017

Management Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Ketika itu tahun 2009, setelah 5 tahun bisnis dikelola oleh Yuni, saya sengaja datang ke kantornya.

Ketika itu kantornya menyatu dengan usaha travel dan transportasi wisata.

Kantor di kawasan Kota, jalan Hayam Wuruk berlantai empat terdiri dua Ruko di satukan.

Tiap lantai berukur 140 Meter persegi. lantai dasar digunakan usaha travel.

Di ruang belakang dari lantai dasar ada usaha Money Changer merangkap agent Junket casino.

Lantai dua , bagian administrasi, keuangan, pemasaran.

Lantai tiga kamar kerja Yuni dan sekretaris Yuni dan Perwakilan empat perusahaan asing yang menjadi mitranya.

Lantai empat bagian ekspor dan impor, bagian umum.

Saturday, 2 December 2017

Berbagi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Semua ekonom sejak tahun pertama kuliah telah diajarkan bahwa I=C+S. Atau income ( pendapatan) itu sama dengan consumsi ditambah saving ( tabungan ).

Dengan teori ini maka setiap orang dibenamkan pemikirannya untuk bekerja keras agar bisa konsumsi, dan kalau lebih di suruh nabung di bank.

Semakin besar orang punya penghasilan semakin besar konsumsinya dan tentu besar juga tabungannya.

Akibatnya terjadi ketidak seimbangan ekonomi karena uang lebih banyak parkir di bank daripada masuk kedunia usaha.

Gap antara yang kaya dan miskin semakin lebar.

Ketika ekspansi perbankan lambat akibat ketatnya risk management maka bank bleeding dan ini memaksa pemerintah intervensi dengan menaikan suku bunga SBI.

Yang korban akhirnya negara, ya rakyat juga.

Apakah teori ini bisa dipertahankan?

Saya tidak percaya dengan prinsip ekonomi seperti itu.

Saya menyimpulkan itu bukan karena alasan subjectif tapi dari membaca semua teori ekonomi dari berbagai sumber pemikiran.

Cara Mengalirkan Uang COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Katakanlah nilai proyek itu sebesar USD 100 juta.

Proyek itu punya prospek bisnis yang bagus. Karena berkat Teknologi dan konsesi, proyek itu punya jaminan atas potensi pasar yang ada.

Tapi anda tidak punya uang sebanyak itu untuk membangun proyek itu.

Apalagi uang tersedia hanya 1 % dari rencana biaya proyek.

Lantas gimana caranya anda dapatkan uang untuk membiayai proyek itu? 

Kalau anda masih berpikir modal itu adalah uang maka impian anda akan berhenti sebatas ide saja.

Tapi kalau persepsi anda tentang uang bukan hal yang ada di dompet maka besaran biaya itu hanya sekedar catatan akuntansi saja yang mudah anda atur neracanya.

Mau tahu gimana menjawab sesuai persepsi bahwa uang adalah alat pertumbuhan ? 

Begini ceritanya. Katakanlah Jaka sebagai tokoh yang hendak membangun proyek itu.

Pertama-tama dia akan mengubah ide proyek itu dalam bentuk lembaran saham sebagai sumbu positip current account.

Tapi karena proyek itu baru sabatas ide tentu dilarang oleh pemerintah menjadikan saham itu sebagai sumbu positip. Artinya underlying nya masih sebatas mimpi.

Friday, 1 December 2017

Beli Hotel 50 Sen COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)





Ini hotel di Zuhai yang tadinya milik BUMD china.

Perusahaan saya beli dengan harga 50 sen dollar.

Dengan cara mengambil alih hutang hotel dengan haircut 40%.

Mengapa pemerintah china mau menjual dengan harga murah dan haircut hutang?

Pertama untuk menghilangkan neraca hutang Pemda terhadap bank.

Kedua sebagai alasan mendepak kader partai yang bego memimpin bisnis.

Ketiga memastikan hotel bisa tumbuh dibawah pengelolaan asing untuk mendatangkan wisatawan dan karenanya negara dapat pajak.